Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
TTL
Pemerintah Lempar Batu Sembunyi Tangan!
Thursday 13 Sep 2012 17:25:59
 

Pengamat energi, Kurtubi (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Rencana Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar lima belas persen, dinilai sebagai langkah yang tidak 'fair' karena melemparkan kesalahan manajemen pengelolaan sumber energi primer yang dilakukan pemerintah kepada rakyat.

"Pengelolaan energi primer kita gak benar, karena saat ini PLN (Perusahaan Listrik Negara) harus menggunakan begitu banyak BBM (Bahan Bakar Minak) untuk melakukan produksi dengan alasan telah kehabisan pasokan gas dan batu bara, nah kesalahan manajemen malah ditanggung rakyat", ujar Pengamat energi, Kurtubi, dalam diskusi Bravo Gandong Connection, di Jakarta, Kamis (13/9).

Padahal lanjut Kurtubi, jika pemerintah serius ingin mensejahterakan rakyat melalui sektor energi, maka penggunaan BBM adalah langkah yang keliru karena memili ongkos yang begitu besar jika dibandingkan dengan mengunakan gas, batu bara dan minyak bumi sebagai bahan baku listrik.

"Selama ini kalau kita menggunakan BBM nilai cost - nya mencapai Rp 3500 / kwh padahal harga jual listrik itu Rp 600 - 700 / kwh, ya jelas rugi. Tapi kalau kita gunakan gas harganya Rp 400 - 500 / kwh sedang kalau gunakan batu bara nilainya Rp 500 - 600 / kwh, kan jelas untung malah gak perlu ada istilah subsidi energi", papar Kurtubi.

Untuk itu menurut Kurtubi, logika - logika yang selama ini digunakan pemerintah bahwa APBN (Anggara Pendapatan dan Belanja Negara) akan jebol jika TTL tidak segera dinaikan, karena membengkaknya subsidi sungguh tidak berdasar.

Apalagi tambah Kurtubi, pola kebijakan ekspor yang secara bebas melempar batu bara yang merupakan bahan baku yang sangat strategis ke luar negeri secara habis - habisan. Dimana hanya 75 persen dari total batu bara yang kita miliki dilempar ke luar negeri.

"Negara pengimpor batu bara malah pihak yang untuk karena dapat sumber energi sangat murah, nah rakyat harus dijejal menggunakan BBM yang mahal sehingga membuat pemerintah seolah - olah memaksa tarif listrik harus dinaikan", pungkas Kurtubi, Demikian seperti yang dikutip dari sorotnews.com, pada Kamis (13/9).(stn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > TTL
 
  Pemerintah Lempar Batu Sembunyi Tangan!
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2