Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Thailand
Pemimpin Oposisi Thailand Tewas Ditembak saat Berpidato
Monday 27 Jan 2014 01:58:41
 

Foto terakhir pemimpin NPSRT Suthin Taratin sebelum ia ditembak mati.(Foto: Istimewa)
 
BANGKOK, Berita HUKUM - Serangkaian kekerasan terjadi, setelah pemerintah Thailand mengumumkan keadaan darurat pekan lalu, yang memberikan kekuatan ekstra untuk pasukan keamanan. Salah seorang pemimpin gerakan antipemerintah Thailand, Suthin Taratin, tewas ditembak dalam bentrokan dengan pendukung pemerintah di ibukota, Bangkok.

Suthin Taratin sedang menyampaikan pidato dalam unjuk rasa ketika ia terkena tembakan pada, Minggu (26/1). Sembilan orang lainnya terluka dalam penembakan itu.

"Suthin Taratin ditembak pada kepala ketika sedang berpidato di atas truk pick-up," kata juru bicara gerakan unjuk rasa, Akanat Promphan.

Kekerasan terjadi ketika pengunjuk rasa berusaha memblokir akses ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di Bangkok sebagai upaya untuk menggagalkan warga memberikan suara awal, sebelum pemilu pekan depan.

Kekerasan serupa juga terjadi di bagian selatan.

Di Bangkok, pemungutan suara di berbagai TPS gagal dilakukan dan di sebagian TPS lainnya dihentikan.

Kelompok pemrotes menentang pelaksanaan pemilihan umum sebelum dilakukan perombakan sistem politik dan sebelum Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur.

Komisi Pemilihan Umum menyerukan agar pemungutan suara ditunda karena kemungkinan gangguan dan tindak kekerasan.

Namun pemerintah sejauh ini bersikeras bahwa pemilu harus dilakukan sesuai jadwal pada 2 Februari.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Thailand
 
  Pemilu Thailand: Pemilih Muda Ingin Ada Perubahan Mendasar
  Demonstrasi Thailand: Mengapa Kaum Muda Memimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Melawan Hukum?
  Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Thailand Turun dan Reformasi Monarki, 'Ganyang Feodalisme,Hidup Rakyat!'
  Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
  Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2