Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Hambalang
Pengacara: Anas Tak Punyai Kriteria Whisteblower
Monday 06 May 2013 11:22:31
 

Pengacara Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengacara Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu menilai kliennya tidak mempunyai kriteria untuk jadi Whistleblower dalam kasus Hambalang. Bahkan ia masih mempertanyakan penetapan tersangka pada kliennya yang dilakukan KPK. Menurutnya, penetapan tersangka gratifikasi mobil kasus korupsi proyek Hambalang sangat lemah.

Carrel, melalu pesan singkat mengatakan, penetapan Anas tersangka tidak lebih karena permasalah sprindik di internal KPK. "Penetapan (Anas) sebagai tersangka itu cuma untuk justifikasi atas terbitnya sprindik (surat perintah penyidikan) yang bocor. Sekedar menyelamatkan seorang Abraham Samad dari pemesannya," katanya, Senin (6/5).

Untuk itu, kata Carrel, Anas tidak mempunyai kriteria untuk menjadi whistleblower atau bekerja sama dengan penegak hukum, dalam hal ini adalah KPK. Carrel menegaskan, whistleblower syaratnya, dia mengetahui banyak karena terlibat aktif di dalamnya. "Nah kriteria ini yang tidak dimiliki AU," tandasnya.

Untuk diketahui, pengertian whistleblower itu adalah seseorang yang mengatahui lalu melaporkan adanya pelanggaran hukum atau tindak pidana korupsi, namun orang itu tidak ikut di dalamnya. Sementara dalam hal ini, Anas adalah orang yant terlibat di dalam pelanggaran itu, untuk itu KPK menetapkannya sebagai tersangka.

Beda halnya dengan Justicer collaborator, walau pun sama-sama bekerja sama dengan penegak hukum, namun pengertainnya berbeda. Justice Collaborator adalah seseorang yang mengetahu dan melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana korupsi, lalu orang tersebut memberikan keterangan atau kesaksian yang sebenarnya terjadi.

Sementara Carrel, tetap menepis sangkaan yang menyebut bahwa Anas pernah memerintahkan Ignatius Mulyono (anggota DPR RI) untuk mengurus izin sertifikat Hambalang adalah perintah kliennya. "Yang nyuruh dia (Ignatius) adalah Nazar (mantan Bendahara Umum partai Demokrat) didepan AU," tegasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Hambalang, KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Mantan Menteri Pemuda dan Olahrga Andi Alfian Mallarangeng, mantan Kepala Biro Rumah Tangga dan Keuangan Kemenpora Deddy Kusdinar serta Ketua Kerjasama Operasi Hambalang Adhi-Wika, Teuku Bagus Muhammad Noor. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menyalahgunakan wewenang hingga menimbulkan kerugian negara dan menguntungkan pihak lain.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > Kasus Hambalang
 
  Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
  Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
  Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
  KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
  Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2