Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Pengacara Meksiko Gugat Presiden Calderon
Saturday 26 Nov 2011 22:45:37
 

Netzai Sandoval, pengacara HAM Meksiko menyampaikan gugatan ke Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda, atas tewasnya ribuan warga Meksiko dalam "perang melawan narkoba". (Foto: Reuters Photo)
 
MEXICO CITY (BeritaHUKUM.com) – Seorang pengacara hak asasi manusia (HAM) Meksiko, Netzai Sandoval, mengajukan gugatan kepada Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) terhadap Presiden Felipe Calderon. Dalam gugatannya itu, ia menuduh Calderon dan sejumlah pejabat tinggi Meksiko serta para pedagang narkoba melakukan kejahatan atas kemanusiaan.

Netzai Sandoval menyampaikan gugatan Jumat (25/11) waktu setempat, kepada mahkamah di Den Haag, Belanda. Ia juga mendesak penyelidikan atas kematian ratusan orang di tangan militer Meksiko dan para pedagang narkoba. Lebih dari 20 ribu warga Meksiko menandatangani dokumen tersebut.

Kantor jaksa, seperti dilansir VOA News, Sabtu (26/11), menyatakan bahwa telah menerima gugatan itu. Sedangkan keputusan atas permintaan itu akan dilakukan pada waktunya nanti. Sementara pemerintah Meksiko menyangkal tuduhan-tuduhan yang didaftarkan dalam gugatan tersebut.

Sebelumnya Human Rights pada awal Nopember ini, telah mengeluarkan sebuah laporan yang menuduh militer dan polisi Meksiko melakukan sejumlah pelanggaran HAM dalam upaya untuk memberantas kejahatan terorganisir.

Direktur Human Rights Watch di Amerika Serikat (AS) Jose Miguel Vivanco mengatakan, alih-alih mengurangi aksi kekerasan, perang melawan narkoba yang dilakukan Meksiko itu, justru memicu peningkatan pembunuhan, penyiksaan dan pelanggaran yang mengerikan secara dramatis oleh aparat keamanan.

Ia menambahkan, hal ini membuat iklim pelanggaran hukum dan ketakutan semakin memburuk di banyak bagian negara itu. Bahkan, diperkirakan 45 ribu orang tewas dalam aksi kekerasan terkait narkoba, sejak Presiden Felipe Calderon berkuasa pada akhir 2006 dan memulai penumpasan para kartel.(voa/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2