Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Nazaruddin
Penyelesaian Kasus Nazaruddin Harus Konkret dan Tuntas
Friday 19 Aug 2011 18:53:53
 

M Nazaruddin di gedung KPK (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
*Beri kenyamanan untuknya, agar bisa ‘bernyanyi’ lagi

JAKARTA-Kasus Nazaruddin harus digunakan sebagai momentum untuk membongkar skandal megakorupsi yang melibatkan banyak pihak. Untuk itu, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan begitu saja tanpa penyelesaian yang konkret.

"Jangan sampai hilang momentum itu. Ingat, Indonesia sudah dua kali kehilangan momentum. Jangan sampai kehilangan lagi momentum pemberantasan," kata anggota Komisi III asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Ahmad Yani di Jakarta, Jumat (19/8).

Adapun momentum yang hingga kini seakan tenggelam adalah kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan dan kasus mafia hukum yang menyeret Susno Duadji. Kedua kasus itu berkhir antiklimaks.

Hingga kini, penyelesaian kedua kasus tersebut, kata Yani, masih belum menemukan titik terang. "Buktinya sampai sekarang, aparat penegak hokum tidak bisa juga membongkar mafia perpajakan dan mafia hukum," katanya.

Ahmad Yani juga meminta Nazaruddin yang kini mendekam di Rutan Mako Brimob, harus segera dipindahkan agar ia merasa lebih nyaman. Faktor kenyamanan Nazaruddin akan membantunya untuk bisa 'bernyanyi' kembali.

Setelah dipindahkan, lanjut dia, perlindungan LPSK tidak diperlukan jika Nazar tetap bungkam. "Kalau dia mau bercerita baru dia bisa dilindungi. Sejak awal saya katakan kalau Nazar ini kunci dari persoalan,” kata Yani.

Yani mengingatkan bahwa sudah ada beberapa persoalan yang terjadi akibat penempatan tersangka di Mako Brimob. Peristiwa yang baru terjadi adalah Gayus yang bisa keluar seenaknya dari rutan tersebut. "Nazar harus diberikan ruang untuk membuka perkara-perkara korupsi. Jika tidak, ia akan menutup satu per satu kejahatan itu," tandasnya. (mic/bie)



 
   Berita Terkait > Nazaruddin
 
  Menunggu Patukan Sang Burung Nazar
  Nazaruddin Siap Bongkar Lima Politisi Penerima Suap
  Rosa: Anas Bersama Nazaruddin Pemilik Permai Group
  Nazaruddin Protes Tidak Ditanya Soal Bertemu SBY
  Berkas Penuntutan Dilimpahkan, Nazaruddin Segera Diadili
 
ads1

  Berita Utama
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

 

ads2

  Berita Terkini
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2