Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Somalia
Perempuan AS Akui Kirim Uang ke Teroris Somalia
Saturday 03 Dec 2011 00:01:56
 

Milisi pemberontak dari kelompok militan Somalia al-Shabab (Foto: AP Photo)
 
SAN DIEGO (BeritaHUKUM.com) – Seorang perempuan di San Diego, California, Amerika Serikat (AS) mengaku bersalah, karena telah mengirimkan uang dan dukungan kepada Al-Shabab – sebuah kelompok teroris Islamis yang ingin menggulingkan pemerintahan di Somalia.

Nima Yusuf pada Kamis (1/12) waktu setempat, mengakui semua itu depan pengadilan federal bahwa dirinya mengirimkan sekitar 1.450 dolar AS kepada empat pria yang meninggalkan AS untuk berperang bersama al-Shabab. Salah seorang dari keempat pria itu dituduh merekrut seorang pembom bunuh diri yang melakukan serangan teroris pada 2008.

Nima Yusuf juga mengaku berbohong kepada FBI dan agen-agen Keamanan Dalam Negeri tentang kegiatannya terkait Somalia. Nima Yusuf menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda 250.000 dolar bila dinyatakan bersalah dalam sidang pada Februari 2012 mendatang. Keempat tersangka yang pergi ke Somalia juga telah dikenai dakwaan oleh pengadilan federal di Minnesota.

Sebelumnya diberitakan, pemberontak dari kelompok militan Somalia al-Shabab telah melarang 16 organisasi bantuan internasional dan menyerbu kantor-kantor mereka di Somalia Tengah dan Selatan. Kelompok terkait al-Qaida itu menuduh bahwa lembaga-lembaga tersebut mendorong sekularisme, tindakan asusila dan apa yang disebutnya sebagai “penurunan nilai-nilai demokrasi di sebuah negara Islam.”

Lembaga-lembaga yang dilarang itu di antaranya adalah enam organisasi PBB, termasuk di antaranya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak PBB dan badan pengungsi PBB. Di kota-kota yang dikuasai pemberontak, militan bersenjata mengambil alih kantor organisasi-organisasi tersebut dan menjarah perlengkapan kantor.(voa/sya)



 
   Berita Terkait > Somalia
 
  Hotel di Somalia Diserang, 10 Orang Tewas
  Istana Presiden Somalia Diserang Al-Shabab
  Istana Presiden Somalia Dibom, 14 Tewas
  Sedikitnya 15 Orang Tewas dalam Serangan di Somalia
  Perempuan AS Akui Kirim Uang ke Teroris Somalia
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2