JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - FBMM (Forum Bahasa Media Massa) mengadakan pertemuan dalam bentuk diskusi yang diberi tajuk “Wartawan dan Guru Memandang Bahasa Media”, Rabu (30/05), di gedung TVRI, Senayan, Jakarta.
Diskusi yang dihadiri sekira 30 orang tersebut membahas mengenai kesalahan dan kebenaran berbahasa, khususnya bahasa di media massa. Bukan hanya wartawan maupun editor media massa yang hadir, melainkan guru-guru juga turut menghadiri diskusi yang diadakan di gedung stasiun Televisi negara tersebut.
Pembicara dalam diskusi tersebut, yakni Hasan Alwi, Tendi K Somantro, dan Dumaria Simanjuntak. Tiap-tiap pembicara membahas dengan santai.
Media merupakan guru bahasa di dalam masyarakat. Namun, banyak perbedaan-perbedaan yang menjadi masalahnya. Selain itu, menurut salah satu pembicara, ada pula tuntutan tuhan-tuhan di internal media massa masing-masing. “Tiap-tiap media punya tuhan masing-masing. Punya tuannya masing-masing yang harus dipatuhi,” kata Tendi K Somantri, yang berasal dari pekerja harian Pikiran Rakyat. (bhc/frd)
|