Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
BNN
Pertemuan Tingkat Menteri di Wina Fokuskan Isu Kesehatan
Wednesday 19 Mar 2014 21:39:18
 

 
WINA, Berita HUKUM - Dalam agenda Joint Ministerial Statement, atau semacam pertemuan level menteri, sejumlah isu penting seperti kesehatan, pencegahan, dan rehabilitasi dalam penanggulangan narkoba, dibahas secara lebih mendalam.

Pertemuan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan penutupan kegiatan pembahasan tingkat tinggi tentang kesehatan, pencegahan dan rehabilitasi termasuk upaya mengatasi HIV.

Direktur Eksekutif UNODC, Yury Fedotov yakin bahwa pertemuan tingkat menteri ini dapat memberikan point mendasar yang akan menjadi bahan diskusi yang lebih mendalam sebagai persiapan Sesi Khusus Majelis Umum PBB, pada tahun 2016 mendatang.

Fedotov juga menyampaikan apresiasinya pada anggota CND yang komitmen untuk memberikan dukungan dalam upaya penanggulangan masalah narkoba. Fedotov mengakui banyak kemajuan yang telah diraih, meski demikian ia mengatakan masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam konteks menekan demand dan supply narkoba, dan juga permasalahan lainnya seperti pencucian uang dan kerja sama dalam aspek yudisial.

Dalam kesempatan konferensi pers, Fedotov mengatakan amanat dari berbagai konvensi sangatlah fleksibel, berasaskan hak asasi, dan perlindungan kesehatan. “Saya akan menekankan pentingnya menguatkan kesehatan publik secara komprehensif, seimbang, dan menggunakan pendekatan yang berbasis ilmiah dan yang lebih penting lagi sesuai dengan standar hak asasi manusia”, kata Fedotov.

Ia juga mengatakan tidak ada satupun negara yang kebal dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Negara bekerja sendiri tidak akan mampu menemukan solusi. Karena itulah kita harus membangun kerja sama internasional untuk menghadapi tantangan global. Sebagai bagian dari PBB, UNODC siap untuk berperan”, tandas Fedotov.

Pembahasan tingkat tinggi selama dua hari ini merupakan tindak lanjut dari resolusi Majelis Umum PBB yang digelar pada Desember 2012 lalu. Diskusi tentang masalah narkoba dunia akan terus diangkat di Dewan Sosial dan Ekonomi sebelum pertemuan anggota PBB di New York pada tahun 2016 dalam sebuah sesi khusus dalam sidang majelis umum.(bhc/rat)



 
   Berita Terkait > BNN
 
  BNN Bersama Ormas, Aktivis Anti Narkoba Bagikan Paket Sembako: Aksi Peduli Kemanusiaan Wabah Covid-19
  Presiden Jokowi Melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN
  BNN: Ada 68 Jenis Narkotika Jenis Baru Masuk ke Indonesia
  Sebanyak 500 PNS dan Non PNS di Kecamatan Pademangan Tes Urine oleh BNN
  BNN Ungkap Sindikat dengan 25 Kg Sabu yang Disimpan di Kotak Pendingin Ikan
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2