Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Polri
Polri Mendapat Hibah Aset Sitaan Koruptor dari KPK
2018-03-08 20:29:57
 

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polri mendapat hibah aset rampasan koruptor dari kasus yang diusut oleh KPK. Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto berharap aset rampasan ini dapat bermanfaat bagi penyidik Polri.

"Hasil dari perampasan, rampasan-rampasan barang sitaan, kita kebagian juga, maka ke depan Pak Laode (Wakil Ketua KPK Laode M Syarif), kami berharap karena memang untuk sementara ini pendapatan penyidik ini terbatas. Mungkin butuh dorongan bantuan insentif atau dari kasus," kata Ari dalam sambutannya di Rakernis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (8/3).

Menurut Ari, pendapatan penyidik memang terbatas, sehingga bantuan ini akan sangat bermanfaat.

"Jadi ini akan menambah semangat dari penyidik untuk mencari, selain daripada memang wajib, tapi kalau mungkin ada rangsangan tambahan lagi," ujar Ari sambil menambahkan penyidik akan lebih bersemangat dengan adanya tambahan bantuan dari KPK ini.

Pihaknya juga meminta untuk penegak hukum mengusut kasus korupsi berskala besar. Karena, jika mengusut kasus berskala kecil hanya akan merugikan anggaran penyidik negara. "Jadi yang ditangkap jangan receh-receh, yang betul-betul, kira-kira negara ini jangan tambah rugi," ucap Ari.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyerahkan hibah aset rampasan ke Mabes Polri. Aset itu dirampas dari narapidana kasus korupsi yakni mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

Aset yang Dihibahkan yakni berupa dua bidang tanah dan bangunan senilai Rp12,4 miliar yang beralamat di Jl Wijaya Graha Puri Blok C Nomor 15 Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kemudian satu unit mobil Toyota Kijang Innova XW43 2010 yang akan digunakan oleh Polres Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Penyerahan hasil rampasan ini diwakili oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dan diterima langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto.

"Hari ini kita menyerahkan hasil barang rampasan atau sitaan yang didapat dari beberapa kasus, 1 kasus Nazaruddin itu rumah dan tanah yang nilianya Rp 12 miliar dan satu lagi mobil dari Fuad Amin yang nilainya Rp 200 jutaan," papar Laode.

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan aset rampasan hasil korupsi ini diserahkan kepada institusinya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan. Nantinya aset ini akan digunakan sebagaimana diperlukan oleh penegakan hukum dalam hal ini Polri.

"Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dari KPK dari hasiL kegiatan penyitaan dan beberapa assetnya, kemudian penegakan hukumnya itu tentu dimohonkan dari Kemenkeu, untuk bisa dimafaatkan untuk kepentingan penegak hukum yang alhamdulillah asset ini yang diserahkan kepada kami dalam hal ini Polri," tambahnya.

Selanjutnya akan saya laporkan dan atas petunjuk bapak Kapolri akan digunakan untuk apa nantinya.(bh/as)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
  Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2