JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Meski masih dua pekan lagi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN dilaksanakan di Bali, Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo telah merencanakan secara matang pengamanan. Pasalnya, acara ini akan dihadiri sejumlah kepada negara, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
"Kami sudah disiapkan pengamanan terkait tamu VVIP. Pengamanan juga akan melibatkan personel TNI. Segelanya sudah dipersiapkan diperhitungkan secara matang. Mudah-mudaha tak ada gangguan berarti," kata Timur Pradopo kepada wartawan, usai menjemput Presiden SBY di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (5/11).
Persiapan pengamanan secara matang ini, kemungkinan terkait dengan insiden ‘lolosnya’ seorang pekerja kebersihan di kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC), I Nyoman Minta. Ia menyelonong dengan sepeda pancalnya, hanya berjarak beberapa meter tepat di depan panggung kehormatan dalam pembukaan ASEAN Fair 2011 di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10) lalu.
Saat itu, Presiden SBY dan sejumlah menteri pertahanan sejumlah negara berada di atas panggung tersebut. Mereka tengah menyaksikan atraksi pesawat terbang. Tiba-tiba saja muncul Nyoman Minta sambil mengayuh sepedanya dengan santai. Sejumlah petugas Paspampres terkejut dan langsung meringkusnya. Ia langsung diring ke luar bersama sepeda pancalnya tersebut.
Belajar dari insiden yang memalukan Paspampres ini, Kapolri tak mau kecolongan. Pasalnya, dalam acara KTT ASEAN nanti, selain Presiden Obama dan Presiden Medvedev, sejumlah pimpinan negara asing juga akan hadir. Mereka akan mengikuti KTT Asia Timur (Asia East Summit) di tempat dan waktu yang sama.
Event ini sangat penting, karena selain KTT Asia Timur yang termasuk dalam serangkaian KTT di Bali yang juga akan menggelar KTT ASEAN-India. Forum khusus ini untuk membahas hubungan perdagangan dan lainnya antara negara-negara ASEAN dengan India. Selain itu juga diselenggarakan KTT ASEAN-PBB yang kabarnya akan dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-Moon.(tnc/wmr)
|