Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Penggusuran
Presiden SBY Marah Satpol PP Gusur PKL
Thursday 08 Mar 2012 16:01:09
 

Presiden Suslo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Rumgapres)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut gembira bahwa dalam satu tahun terakhir telah bertambah 3,2 juta wirausahawan baru di Indonesia. Ia pun berharap pada beberapa tahun mendatang, tercipta banyak wirausahawan sehingga perekonomian Indonesia terus tumbuh.

Kepala negara juga sangat senang dengan prakarsa pemberdayaan PKL.Prakarsa yang baik ini akan didukungnya. Namun, dirinya tidak senang dengan penggusuran lapak pedagang kali lima (PKL). “Saya tidak senang melihat pedagang kaki lima digusur-gusur oleh Satpol PP. Apalagi dengan pakai cara kekerasan,” kata SBY ," kata dia dalam sambutan peringatan ‘Satu Tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL)’ di Gedung Smesco, UKM, Jakarta, Kamis (8/3).

Namun, SBY juga berharap PKL bisa menjalankan usaha dengan tertib, sesuai apa yang diatur oleh Pemda setempat. Keberadaan PKL yang tertib dan bersih, yang menjajakan barang yang diperlukan masyarakat akan mendatangkan manfaat bagi daerah setempat. “Usaha itu akan menjadi bagian dari pembangunan di daerah bersangkutan,” imbuh Presiden.

Menurut dia, jika UMKM serta PKL makin tumbuh pesat, maka pengangguran juga akan dapat diturunkan. Angka kemiskinan juga dapat segera turun. Dengan turunnya angka pengangguran, berarti juga akan mengurangi angka kejahatan. Kemiskinan, pengangguran dan kejahatan merupakan realita yang tak bisa dimungkiri. “Jika pertumbuhan konomi meningkat, berarti angka kemiskinian, pengangguran serta kejahatan akan berkurang,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga mengajak kaum muda untuk menjadi wirausahawan untuk mengikuti barisan bangsa yang optimis, berjiwa terang, berpikiran positif, dan mau bekerja keras. "Jangan bergabung ke barisan yang berpikir negatif dan pesimis tetapi malas dan tidak mau bekerja apapun," katanya.

Meskipun ada kaum muda yang maunya serba cepat dan mudah, tapi tentu bukan kaum seperti itu yang akan menjadi kader bangsa yang bisa melanjutkan pembangunan. "Saya yakin kalau semuanya mampu mengisi ruang-ruang yang tersedia, maka makin banyak saudara kita yang bekerja. Dengan demikian, penghasilannya makin baik dan kesejahteraan juga makin baik," SBY menambahkan.

Menurutnya, dDalam praktik yang terjadi di banyak negara, kaum wirausahawan sering menciptakan peluang dan menjalankan pekerjaan yang belum pernah ada. Alasannya, wirausahawan adalah orang yang inovatif, mandiri, berani mengambil risiko, pantang menyerah, dan senang melakukan terobosan. “Siap gagal dan kemudian bangkit lagi, tidak bermental dan berpikir menggunakan jalan pintas,” tegasnya.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat, jelas SBY, potensi dan sumber daya besar yang dimiliki Indonesia belum semuanya digunakan dengan optimal. Masih ada ruang dan peluang yang bisa dimanfaatkan. "Nilai industri kita juga belum tinggi sekali, yang berarti masih ada peluang. Kita masih memiliki potensi agar perekonomian kita dapat tumbuh lebih tinggi lagi," ungkap dia.(pgi/wmr)



 
   Berita Terkait > Penggusuran
 
  Pemkot Samarinda Diminta Pertimbangkan Kembali Pembongkaran Bantaran SKM, LAKI Kaltim Kawal Sampai Tuntas
  Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
  Kapolda Metro Jaya Pantau Lokasi Penggusuran Bukit Duri
  Fadli Zon: Rusun Rawa Bebek Tidak Manusiawi
  Penggusuran Tanpa Solusi Sebabkan Kemiskinan Baru
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2