Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
TVRI
Produser Jelang Sahur TVRI Mengaku Bertobat Munculkan Busana Muslim Simbol Salib
2016-06-16 18:52:27
 

Prosuder Jelang Sahur TVRI menunjukkan pakaian berlambang salib.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Televisi Republik Indonesia (TVRI) telah melayangkan permintaan maaf menyusul munculnya simbol salib dalam kostum pembawa acara Jelang Sahur. Sang Produser acara mengaku bertobat dan berurai air mata saat mendemonstrasikan kronologis penggunaan kostum itu.

Direksi beserta tim acara Jelang Sahur mendatangi Majelis Ulama Indonesia untuk mengklarifikasi insiden kostum berlambang salib. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf dihadapan puluhan awak media.

"Dengan ketulusan yang mendalam Dewan Direksi LPP TVRI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Muslim Indonesia atas kekhilafan dan ketidaksengajaan terkait pemakaian kombinasi busana yang dikenakan secara salah oleh pembawa acara perempuan," kata Direktur Program dan Berita TVRI Markus R. A. Prasetyo, Selasa (14/5).

Produser Rita Hendri Okmawati kemudian mendemontrasikan busana yang mengundang kontroversi itu di hadapan jajaran pengurus MUI dan wartawan. Dia menerangkan bahwa busana itu terdiri atas kostum baju, jilbab, dan aksesoris berupa slayer.

"Aksesoris di sini bisa digunakan untuk kepala, kemudian bisa juga dibuat syal, kemudian bisa juga dipakai untuk di pinggang. Dan kejadian pagi itu, posisi aksesoris ini tadi terletak di pinggang," terang Rita.

Berdasarkan protap, terang Rita, tugas seorang produser adalah mengkontrol semua perangkat audio dan video, termasuk kostum. Sementara pakaian yang belakangan diketahi menampilkan lambang salib adalah yang terakhir dicek. Kostum tersebut dipilih karena warna dan motifnya ini bagus.

Rita mengaku bahwa dia sendiri yang memasang dan mengontrol pakaian itu. Karena baju tipis dengan bahan kaos, dia mengatakan sempat menyiasati untuk menutup bagian dada dengan jilbab.

Saat pertama melihat foto acara Jelang Sahur dengan kostum pembawa acara ada lambang salibnya, ia mengaku sangat shock. Berulang kali Rita mengatakan bahwa tidak ada kesengajaan sama sekali terkait hal itu.

"Ini tidak ada kesengajaan sama sekali. Sebagai seorang muslimah, tidak akan menodai agama kami sendiri dengan maksud seperti ini," ujarnya sambil tersedu dan berurai air mata. Rita pun segera mendapat pelukan dari sesama rekan wanitanya.

"Saya sholat taubat, saya mohon ampun kepada Allah dengan ketidak sengajaan saya ini. Dan kami mohon maaf atas nama pribadi, atas nama keluarga, nama lembaga kami untuk seluruh masyarakat muslim Indonesia," tutupnya.(ti/kiblat/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

 

ads2

  Berita Terkini
 
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2