Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Infrastruktur
Rencana Pembangunan Infrastruktur Hamburkan Anggaran
2018-08-25 08:54:29
 

Ilustrasi. Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Rencana pemerintah untuk membangun kembali infrastruktur pada 2019 dinilai hanya menghamburkan anggaran negara. Pada pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR RI pada 16 Agustus lalu, pemerintah menambah anggaran infrastruktur hingga Rp420,5 triliun. Naik sekitar Rp10 triliun dari tahun 2018 yang mencapai Rp410,4 triliun.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, harusnya semua anggaran infrastruktur yang digelontorkan pemerintah berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional. Nyatanya, kata Bambang, tak menumbuhkan ekonomi. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi justru turun. Jadi, proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah hanya menghamburkan uang negara.

"Selama empat tahun terakhir, pemerintah sudah menghabiskan anggaran Rp1.500 triliun untuk membangun infrastruktur. Ternyata, infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah tak dibutuhkan masyarakat," ungkap Bambang saat dihubungi untuk dimintai komentarnya, Jumat (24/8). Dia mencontohkan, jalan yang dibangun di Papua juga tidak bermanfaat, karena tidak digunakan masyarakat setempat.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak melewati kajian mendalam, sejauh mana sisi manfaatnya bagi masyarakat luas dan punya dampak ekonomis. "Infrastruktur yang dibuat pemerintah main-main. Kalau tidak bermanfaat, sebaiknya anggaran infrastruktur disimpan saja," ujarnya.

Yang memprihatinkan lagi, lanjut Anggota Banggar ini, pembangunan infrastruktur tersebut dipastikan akan membebani APBN, karena diambil dari utang. Dengan masifnya pembangunan infrastruktur, mestinya juga menghidupkan usaha kontrkator dan menyerap banyak tenaga kerja.

Faktanya, menurut politisi dapil Jatim itu, dari ratusan ribu pengusaha kontraktor, justru 37 ribu di antaranya bangkrut. Sebaiknya, pemerintah lebih selektif lagi memilih proyek infrastrutur.(mh/sf/DPR/bh/sya)





 
   Berita Terkait > Infrastruktur
 
  Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
  Kunjungan Jokowi ke Riau, Syahrul Aidi Minta Bukan Jalan Tol Saja Dibangun, Tapi Juga Jalan Umum
  Anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amalia Saat Reses di Kutai Timur
  Periode Kedua, Presiden Harus Selektif Belanja Infrastruktur
  Bitung Siap Menuju Kota Infrastruktur Dunia
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2