JAKARTA, Berita HUKUM - Menurut calon presiden paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Rizal Ramli, Khofifah pantas memimpin Jatim. Khofifah orang yang sederhana, down to earth. Dia, bisa dikatakan Jokowi-nya Jatim. Dia bukanlah perempuan yang mudah menyerah dan tidak pendendam. Setelah di jegal pada Pilgub Jatim 2008, Khofifah berusaha bangun dan mencoba lagi, jelas Rizal Ramli.
Perempuan-perempuan tangguh biasanya punya kemampuan lebih dibandingkan para pria. Sayangnya, selalu saja ada kekuatan politik dan uang yang berusaha menjegal peran mereka. Padahal, dengan kontribusi para perempuan tangguh tersebut, insya Allah Indonesia akan menjadi lebih baik di masa depan.
“Ibu Khofifah Indar Parawansa adalah salah satu contoh nyata perempuan tangguh yang harus diapresiasi. Tahun 2008 silam, seharusnya beliau menjadi Gubernur Jatim. Namun beliau dicurangi dengan cara membuat daftar pemilih tetap (DPT) palsu. Ibu Khofifah akhirnya dikalahkan dengan money politik,” papar tokoh nasional Rizal Ramli, saat memberi sambutan pada Malam Penganugerahan Perempuan Tangguh, di Jakarta, Senin malam (26/8).
Ditambahkanya, pihak lawannya kali ini kembali ketakutan dengan bangkitnya ibu Khofifah. Mereka berusaha menggagalkan pencalonannya dengan cara mem'preteli partai-partai yang mendukung ibu Khofifah dengan iming-iming uang dalam jumlah yang sangat besar. Saya yakin, uang yang digunakan itu juga hasil korupsi. Setelah berhasil menjadi Cagub, ternyata beliau kembali dicurangi. Kali ini dengan tidak mencantumkan nama pasangan Khofifah-Herman (BerKah) dalam daftar rekapitulasi suara (formulir C-1). Saya yakin kalau tidak dicurangi lagi. Pada Pilgub kali ini Ibu Khofifah bisa menjadi perempuan Gubernur Jatim pertama yang akan membawa keberkahan bagi rakyat Jatim,” ungkap Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP).
Selain Khofifah, ada tujuh perempuan lain yang mendapat Anugrah sebagai Perempuan Tangguh. Mereka adalah putri Pahlawan Revolusi Amelia Ahmad Yani, aktivis pendidikan di pedalaman Papua Antie Solaiman, ibunda kelompok musik Slank, Iffet Veceha Sidharta atau yang lebih dikenal dengan Bunda Iffet, dan mantan pemain Bulutangkis Ivana Lie. Juga ada perempuan yang berusaha mengembalikan citra Bali sebagai Surga Dunia Magda Hutagalung, tokoh pengusaha perempuan Mooryati Soedibyo, dan pelaku sejarah Papua dalam empat masa Ferdinand Ibo Yatipay.
Rizal Ramli berpendapat, para perempuan tersebut memang layak menerima Anugerah Perempuan Tangguh. Lewat perannya yang luar biasa, kedelapan tokoh itu telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat berarti di bidangnya masing-masing. Indonesia sebetulnya sangat kaya dengan sumber daya alam (SDA). Dengan kontribusi para tokoh yang baik, dia yakin negeri ini akan menjadi lebih baik di masa depan. Namun sayangnya, orang-orang baik tersebut masih belum juga mendapat kesempatan.
“Kita harus mengubah Indonesia agar lebih baik di masa depan. Kalau tidak, negara yang kita cintai ini kondisinya akan lebih buruk dari pada sekarang. Para perempuan tangguh ini telah memberi contoh. Para ibu ini berbuat dengan hati, ketangguhan, dan keuletan. Mereka telah mencoba untuk berbuat bagi Indonesia yang lebih baik,” urai Rizal Ramli.(bhc/edy) |