Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pansus Pemilu
Sangat Dimungkinkan Terbentuk Pansus Pilpres
Thursday 31 Jul 2014 08:09:37
 

Ilustrasi. Gedung MPR, DPR dan DPD Republik Indonesia, Senayan, Jakarta.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pembentukan Pansus Pemilu Presiden oleh DPR RI dimungkinkan terbentuk karena prosedurnya ada. Demikian pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie kepada Okezone (30/7).

"Pansus itu kan mau mengetahui masalah (pemilu). Menurut prosedurnya boleh," katanya di kediamannya, Pondok Labu, Jakarta Selatan

Jika memang Pansus tersebut menemukan beberapa masalah dan pelanggaran dalam proses penyelenggaraan pemilu 2014 maka masalah tersebut bisa diadukan ke DKPP. Namun, fungsi dan kapasitas DKPP hanya sebatas menilai pelanggaran etik saja. "Bisa saja DPR menemukan kasus dan bisa rekomendasikan ke DKPP," tambahnya.

Jimly menyadari bahwa pemilu presiden kali ini penuh dengan tantangan.

"Kita menyaksikan kemarin konfliknya itu saling jelek-jelekan itu besar sekali, bahkan kampanye hitamnya hitam sekali, bukan hanya hitam tetapi hitamnya pekat, saling menjelakannya itu besar sekali," katanya.

Pilpres 2014 yang cuma diikuti dua pasangan ini menurut pandangan Jimly sudah mampu membelah dua bangsa. "Jadi kita sabar mari kita nikmati dulu secara positif persaingan, termasuk emosi kita selama pilpres ini, sehingga banyak orang saking kuatirnya melakukan hal yang diluar rasional," khawatir Jimly.

"Dan begitu pun ikuti juga proses di DKPP, karena di DKPP akan menjadi tempat untuk mengevaluasi kualitas perilaku penyelenggara yang dituduh melanggar yang mana. Nah kita buktikan kalau memang ada kalau itu terbukti sesuai dengan kewenangan DKPP. Tapi DKPP kan paling tinggi cuma bisa memecat orang. Gak lebih dari situ, dan tidak bisa mengembalikan suara orang," tutup Jimly.(okz/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pansus Pemilu
 
  Pansus Pemilu Diminta Segera Tuntaskan 5 Isu Krusial
  Rapat Pansus Pemilu Lanjutkan Pembahasan Isu-isu Krusial
  Pansus Pemilu Serap Aspirasi Diaspora Indonesia
  Pansus Pemilu Tetapkan Sifat Keanggotaan KPU dan Bawaslu
  DPR Batal Bentuk Pansus Pemilu 2014
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2