Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Satgultor TNI Berhasil Lumpuhkan Kelompok Teroris di Madiun
Tuesday 08 Jul 2014 11:26:57
 

Satgultor TNI berhasil lumpuhkan kelompok teroris yang menyandera 10 orang delegasi warga negara AOSTRA didalam pesawat Boeing 737 di AOSTRA LINES. Aksi pembebasan para sandera disaksikan langsung Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kepala Staf Angkatan.(Foto: Istimewa)
 
MADIUN, Berita HUKUM - Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI berhasil melumpuhkan kelompok teroris yang berkekuatan 8 orang yang menyandera 10 orang delegasi warga negara AOSTRA didalam pesawat Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA LINES. Aksi pembebasan para sandera tersebut disaksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kepala Staf Angkatan beserta pejabat teras TNI di Pangkalan Udara Iswahjudi Madiun, Senin (7/7).

Latsatgultor TNI tahun 2014 melibatkan 586 orang, terdiri dari Kolat 36 personel, tim pendukung 371 personel dan pelaku 179 personel. Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Latsatgultor ini adalah menguasai dan mahir dalam melaksanakan teknik serbuan pesawat, teknik infiltrasi secara senyap, teknik pembersihan, evaluasi sandera dan teroris, teknik menembak atas bawah penembak runduk, teknik deteksi dan evakuasi bahan peledak, teknik deteksi materiil dan personel menggunakan anjing pelacak, taktik dan teknik Shipboarding serta teknik dan taktik pertempuran jarak dekat.

Dalam sekenario latihan, telah terjadi pembajakan pesawat komersil jenis Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA LINES tujuan Jakarta yang membawa delegasi World Economic Forum dari negara AOSTRA. Kelompok teroris berkekuatan 8 orang berhasil menyandera 10 orang delegasi warga negara AOSTRA didalamnya.

Pesawat Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA LINES yang dibajak dipaksa mendarat ke Lanud Iswahyudi Madiun atas perintah teroris, selanjutnya para pembajak mengancam akan meledakan pesawat tersebut apabila ada upaya aparat mendekat serta mereka menuntut kehadiran media dalam rangka menyampaikan pernyataan mereka. Seluruh penumpang pesawat berjumlah 10 orang merupakan delegasi World Economic Forum dari negara AOSTRA berhasil di sandera oleh anggota teroris.

Dengan kondisi tersebut diatas aparat intelijen melaporkan aksi penyanderaan ke jajaran Polri dan BIN untuk segera mengumpulkan data, menganalisa dan melaporkan perkembangannya kepada Presiden RI serta mengaktifkan Crisis Center karena terjadi aksi penyanderaan pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi.

Berbagai analisa opsi menemui kebuntuan, sehingga dilaporkan dalam forum koordinasi DKPT (Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme) di Tingkat Pusat dipimpin oleh Menkopolhukam. Selanjutnya Menkopolhukam melaporkan ke Presiden RI tentang eskalasi ancaman dan merekomendasikan agar diambil tindakan represif terhadap aksi penyanderaan pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi untuk selanjutnya diserahkan kepada Panglima TNI.

Selanjutnya, Presiden RI memerintahkan ke Panglima TNI untuk mengambil langkah-langkah guna menangani aksi teror tersebut. Panglima TNI menunjuk Danjen Kopassus sebagai Pangkogasgab Gultor TNI untuk membentuk Kogasgab Gultor TNI dari Sat 81 Kopassus, Sat Bravo Paskhas TNI AU untuk menyiapkan dua Detasemen dalam rangka operasi pembebasan sandera CNOOC pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi. Dalam waktu yang singkat, Sat 81 Kopassus dan Sat Bravo Paskhas TNI AU dapat melumpuhkan para pembajak tersebut.

Usai kembali dari Madiun, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memimpin Apel Kesiapan Prajurit TNI di wilayah Kodam Jaya Jakarta dalam rangka Pengamanan Pemilihan Presiden RI Tahun 2014, di Parkir Timur Senayan Jakarta. Apel tersebut melibatkan sekitar 2.500 prajurit TNI dari Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus, Marinir dan Paskhas serta materiil terdiri dari 30 unit truk, 4 ambulance, 1 mobil Komob, 400 sepeda motor berbagai jenis, 30 Panser Anoa, 1 unit tim Jihandak dan 3 unit Helly.

Panglima TNI dalam pengarahannya memerintahkan agar prajurit di lapangan dalam melaksanakan tugas tetap netral, tegas dan profesional dan tidak ragu-ragu dalam bertindak sesuai prosedur yang berlaku dan semua langkah-langkah yang dilakukan prajurit harus terukur dan proposional. Apabila terpaksa harus dilumpuhkan, maka tindakan untuk melumpuhkan dilakukan dengan cara-cara yang tidak mematikan.

“Seluruh rakyat Indonesia mengharapkan kesiapan seluruh prajurit TNI agar tercipta kondisi stabilitas keamanan yang baik. Untuk itu, kehadiran prajurit sekalian sungguh-sungguh memberikan rasa aman yang nyata dan kendali operasi hanya satu komando yaitu ditangan Panglima TNI”, tandasnya.(tni/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2