Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Penggusuran
Sebelum Gedung KPK Dibangun, Warga Kampung Siluman Guntur Tolak Digusur
Sunday 07 Apr 2013 17:11:44
 

Lahan yang rencananya akan dibangun gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Guntur, Jakarta Selatan rencananya akan dibongkar besok, Senin (8/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menggusur bangunan di lokasi yang rencananya akan dibangun gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kelurahan Guntur, Jakarta Selatan, Senin (8/4). Mendapat surat penggusuran ini, warga Kelurahan Guntur yang menempati lahan tempat yang akan digusur menolak dengan tegas penggusuran itu.

Warga itu sebenarnya sadar bahwa lahan yang ditempati itu bukan haknya. Itu sebabnya, mereka menamakan kampungnya itu, Kampung Siluman. Mereka pun mengaku siap meninggalkan tempat itu tanpa imbalan apapun, jika gedung KPK itu benar-benar akan dibangun.

"Kalau sudah dibangun, sudah ada alat beratnya, tanpa disuruh kami akan pergi. Tapi kalau pembangunannya masih lama, apa salahnya kami numpang ditempat ini dulu," kata Ronald yang mengatakan dirinya selaku koordinator Forum Perjuangan Warga Guntur.

Lokasi yang mereka tempati memang berdiri bangunan semi permanen, sebagian warga kampung ini pun sudah ada yang pindah. Dari sekitar 81 Kepala Keluarga (KK), kini diperikirakan tinggal 50 KK. Mereka yang pindah itu, ditempatkan di Rumah Susun (Rusun) Pulo Gebang.

"Sebagain memang sudah pindah, awalnya 81 KK. Kami tidak butuh Rusun, kami hanya ingin tinggal disini sementara, selama gedung KPK belum dibangun," mintanya.

Lahan yang akan digusur itu tepatnya berada di Jalan Gembira, Kelurahan Guntur, Jakarta Selatan (Samping Menara Imperium), Kuningan, Jakarta Selatan. Ronald manambahkan, dengan tegas warganya tidak meminta ganti ruga sepeserpun jika memang akan dibangun gedung KPK. Malah, warganya akan mendukung, sebab katanya, KPK untuk memberantas korupsi.

"Malah, kami akan bikin Tahlilan kalau gedung KPK sudah dibangun, biar KPK bagus. Warga tidak minta apa-apa. Rakyat benci koruptor!" Tegas Ronald yang langsung dijawab "Setuju," oleh warga yang sudah berkumpul.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > Penggusuran
 
  Pemkot Samarinda Diminta Pertimbangkan Kembali Pembongkaran Bantaran SKM, LAKI Kaltim Kawal Sampai Tuntas
  Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
  Kapolda Metro Jaya Pantau Lokasi Penggusuran Bukit Duri
  Fadli Zon: Rusun Rawa Bebek Tidak Manusiawi
  Penggusuran Tanpa Solusi Sebabkan Kemiskinan Baru
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2