Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    
Hubungan Industrial
Sengketa UD Sakura Vs Makaminang Berlanjut
Thursday 26 Sep 2013 08:14:24
 

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Penyelesaian Sengekata Ketenagakerjaan (Foto : Ilustrasi)
 
KOTAMOBAGU, SULUT, Berita HUKUM - Kasus dugaan pelanggaran Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) yang dilakukan UD Sakura bakal berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Hal ini menyusul gagalnya proses mediasi antara UD Sakura dan Alex Makaminang yang difasilitasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kotamobagu beberapa waktu lalu.

Kepala Dinsosnaker Kota Kotamobagu, Rukmini Simbala, ketika ditemui Media Totabuan usai Rapat Evaluasi PBB 2013 di Aula Kantor Wali kota Kotamobagu, Rabu (29/09) mengatakan, sesuai ketentuan Pasal 136 ayat 1 UUK, Dinsosnaker telah memediasi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalan musyawarah.

“Tapi ternyata dalam proses mediasi tidak tercapai kesepakatan. Pihak UD Sakura menolak membayar tuntutan Bapak Alex Makaminang,” ujar Rukmini. Karenanya, lanjut Rukmini sesuai mekanisme, sebagaimana Pasal 136 ayat 2, ketika penyelesaian secara musyawarah tidak tercapai, maka sengketa ini harus diselesaikan melalui prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial. “Dan untuk proses selanjutnya kami telah mengajukan permohonan ke Disnakertrans provinsi,” tutup Rukmini

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Alex Makaminang, karyawan UD Sakura menuntut haknya yang belum ditunaikan oleh perusahaan kopi bubuk itu terbesar di Sulut ini. Selama 14 tahun bekerja sebagai karyawan di UD Sakura, Makaminang mengaku upahnya jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Selain itu, ia juga tidak daftarkan dalam program Jamsostek ( Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Yang lebih parah lagi, selama hampir dua tahun menderita stroke, ayah dari tiga orang anak itu seolah dilupakan oleh UD Sakura. Padahal, dalam Pasal 93 ayat 2 huruf (a) UUK menegaskan “Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja/buruh sakit, sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan”.

Sementara Handri mewakili UD Sakura ketika ditemui di toko UD Sakura Jl Jend A Yani Kotamobagu mengatakan, penyelesaian masalah tuntutan Alex Makaminang, sepenuhnya sudah diserahkan ke Dinsosnaker Kota Kotamobagu. (bhc/mas/rat)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2