Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Libya
Seribuan Loyalis Khadafi Kabur dari Penjara
Monday 29 Jul 2013 00:59:30
 

Ilustrasi, Mantan Presiden Libya, Kolonel Moammar Khadafi.(Foto: Ist)
 
LIBYA, Berita HUKUM - Negara kaya kandungan minyak bumi, Libya, namun dengan pemerintahan yang belum stabil, kembali makin terancam keamanannya. Pasalnya telah terjadi pelarian diri secara besar-besaran dari sebuah tahanan di negara bekas Presiden Kolonel Moammar Khadafi tersebut.

Seperti dilansir Xinhua yang menyatakan bahwa lebih dari seribu tahanan kabur, dimana sebagian besar dari mereka adalah para loyalis Khadafi.

"Terdapat hampir 1.200 orang telah melarikan diri dari Penjara Al-Kuifiya di Kota Benghazi di Libya Timur," kata seorang pejabat keamanan kepada Xinhua, pada Sabtu (27/7).

Perlu diketahui, bahwa sebelum terjadinya aksi melarikan diri tersebut, telah terjadi kerusuhan, saat sebagian tahanan membakar kompleks penjara, kata beberapa saksi mata. Sementara itu, pejabat keamanan setempat mengatakan beberapa pria tak dikenal, juga terlihat mulai menyerang penjara itu dari luar saat fajar pada Sabtu kemarin.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut. Perdana Menteri Libya Ali Zeidan mengatakan di dalam pidato yang ditayangkan televisi setelah pelarian massal bahwa mereka yang melarikan diri akan diburu oleh pihak berwenang di seluruh negeri tersebut.

Ali Zeidan juga memerintahkan penutupan tempat penyeberangan dengan Mesir untuk mencegah pelarian lebih lanjut. Karena Kebanyakan orang yang ditahan di penjara tersebut menghadapi dakwaan pidana dan sebagian terlibat dalam kegiataan yang mendukung rejim mantan pemimpin Moammar Khadafi, yang digulingkan dalam konflik pada 2011, kata pejabat itu.

Sebagian tahanan yang melarikan diri ditangkap kembali oleh polisi dan petugas keamanan yang diperintahkan untuk tidak menembak tahanan, sebab sebagian dari mereka adalah warga negara asing.

Namun, menurut satu sumber lain keamanan yang tak ingin disebutkan jatidirinya, tiga tahanan yang melarikan diri cedera ketika mereka diburu oleh penjaga penjara, demikian laporan Xinhua, Minggu (28/7) pagi. Media setempat melaporkan, serangan tersebut mungkin berkaitan dengan kemarahan sebagian warga yang tinggal di dekat kompleks penjara itu dan menentang kehadirannya di dekat tempat tinggal mereka.(xnh/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Libya
 
  Libya Hadapi Fase Kritis Setelah Berakhirnya Perang Saudara
  Aliansi Milisi Ambil Alih Bandara Tripol
  Bentrok di Benghazi, Libia, 38 Tewas
  Konflik Serius Terjadi di Parlemen Libia
  PM Libia Turun Karena Serangan Milisi
 
ads1

  Berita Utama
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2