Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Kemlu
Sore Ini, Presiden Lantik Dino Patti Sebagai Wakil Menlu
Monday 14 Jul 2014 10:36:57
 

Dino Patti Djalal.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (14/7) pukul 15.00 WIB di Istana Negara, Jakarta, akan melantik mantan Dubes Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.

Dino akan menggantikan Wardana yang akan mengemban tugas baru sebagai duta besar.

Pria kelahiran Beograd, Yugoslavia pada 10 September 1965 ini memulai kariernya di Departemen Luar Negeri tahun 1987. Dia telah menjalani berbagai penugasan, mulai dari Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington, dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri.

Pria bergelar doktor hubungan internasional dari London School of Economics and Political Science ini juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden bersama Andi Mallarangeng pada periode 2004-2009. Setahun kemudian, dia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk AS tanggal 10 Agustus 2010.

Selain melantik wamenlu, SBY juga akan menghadiri peresmian Rumah Sakit Otak Nasional di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur sekitar pukul 10.00 WIB. Rangkaian kegiatan presiden diakhiri dengan memenuhi undangan buka puasa bersama di Kediaman Ketua DPD RI, Irman Gusman di Kuningan, Jakarta Selatan.

Perjalanan Karir

Dalam situs pribadinya, Dino menulis bahwa ia dilahirkan dalam sebuah keluarga diplomatik pada 10 September 1965 di Beograd,Yugoslavia.

Dino merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Hasjim Djalal dan Jurni yang berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat.

Ayahnya, Profesor Hasjim Djalal, adalah Duta Besar Indonesia untuk Kanada dan Jerman, dan pakar internasional tentang hukum laut. Hasjim Djalal adalah tokoh kunci dalam "kepulauan konsep", inovasi hukum di wilayah laut yang secara dramatis - dan damai - dikalikan wilayah kedaulatan teritorial Indonesia. Konsep kepulauan, ditolak dan ditentang oleh kekuatan maritim ketika diumumkan oleh Indonesia pada tahun 1957, sekarang merupakan bagian dari hukum internasional dan didukung sepenuhnya oleh Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

2004 - 2009 Juru Bicara Presiden SBY, bersama Andi Mallarangeng.

2010 - Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

2014 - Peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat.

1987 - Memulai karir di Departemen Luar Negeri, mulai dari Jubir Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), Kepala Departemen Politik KBRI Washington, dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri.(WID/ES/setkab/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2