Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Industri
Streaming Dongkrak Pendapatan Industri Musik Dunia
Wednesday 27 Feb 2013 10:56:45
 

Ilustrasi, YouTube.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pendapatan industri musik dunia akhirnya tumbuh setelah satu dekade lebih stagnan. Aktivitas unduh musik dan online streaming dianggap memicu pertumbuhan tersebut.

Menurut laporan Bloomberg, tahun lalu pertumbuhan industri musik dunia tercatat sebesar 0,3% menjadi US$ 16,5 miliar. Album “21” Adele menjadi album terlaris sementara “Call Me Maybe” yang dinyanyikan oleh Carly Rae Jepsen menjadi single terlaris.

International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) menyebutkan penjualan musik digital tumbuh 9% menjadi US$5,6 miliar, porsinya ke total pendapatan mencapai 34%. Data itu menjadi angin segar bagi industri musik yang selama ini dihantui pembajakan, penutupan studio rekaman dan penurunan penjualan CD.

"Ini adalah sukses yang dicapai dengan upaya keras. Industri ini telah bertransformasi sepanjang satu dekade terakhir. Kondisi itu menunjukkan kemampuan industri musik beradaptasi dengan dunia Internet,” ujar Chief Executive Officer IFPI Frances Moore.

Subscriber streaming musik juga meningkat 44% dan diperkirakan sudah mencapai 20 juta subscriber pada 2012. Layanan unduh dan streaming itu sudah tersebar ke 100 pasar di dunia. Adapun pasar musik digital di Eropa tumbuh paling pesat mencapai 20% pada 2012.

Meski begitu, industri musik dianggap masih menghadapi tantangan berat yakni pembajakan. Menurut data NPD Group, jumlah pengguna musik ilegal tahun lalu turun 17% lantaran banyaknya perusahaan yang kini menggratiskan layanannya.

“Untuk sebuah industri yang tengah bekerja keras melawan pembajakan, tahun lalu adalah pencapaian besar. Live streaming legal dan berlisensi adalah alternatif bagus untuk penikmat musik,” kata Russ Crupnick, Senior Vice President of Industry Analysis NPD.

IFPI juga melansir album “21” milik Adele menjadi best seller di dunia selama dua tahun berturut-turut. Adapun “Red” milik Taylor Swift di posisi kedua diikuti “Up All Night” dari One Direction. Maroon 5 dan Flo Rida masing-masing memiliki dua lagu yang nangkring di top 10 single.(grd/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Industri
 
  Streaming Dongkrak Pendapatan Industri Musik Dunia
  Industri Pengolahan Digenjot agar Tumbuh 7,14 Persen
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2