JAKARTA, Berita HUKUM - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Adhyaksa Dault mengatakan bahwa, sejauh ini untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, ia tidak mendaftar melalui jalur partai Politik (Parpol). Menurutnya, sekarang sudah ada peningkatan dan terkumpul KTP sebanyak 120 ribuan dukungan terhadap dirinya untuk maju sebagai jalur independen.
"Ada peningkatan, karena menghargai temen yang lain maka saya tidak mendaftarkan diri di partai," ujar Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu pada para jurnalis di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5).
Bagi Adhyaksa secara pribadi, Parpol nampak berkehendak ingin mencari pemimpin atau penguasa. "Jika mencari penguasa yah seperti itu. Ada semacam ajang pendaftaran, tes dan sebagainya. Ibarat pendaftaran acara televisi 'Indonesia Idol'. Namun, kalau mencari pemimpin, maka akan dipanggil," candanya, sembari berguyon sedikit untuk mengkritisi.
Sampai KTP yang mendukung terkumpul, yang sejauh ini ada peningkatan. Dan juga untuk menghargai teman-teman yang daftar, serta demi elektabilitasnya untuk incumben dengan yang ada. "Namun, memang saya gak memiliki dan menggunakan counter-counter untuk pendukung saya di mall-mall, saya gak punya seperti itu. Terlebih jualan kaos, dan ada bayarannya," ungkap Adhyaksa Dault.
Mantan aktivis kepemudaan dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di masa pergerakan dulu pada semasa kuliah, yang kini menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka (Ka Kwarnas) itu menuturkan pula, dalam waktu dekat ini akan mengumumkan. Target 250.000 KTP yang mendukungnya, setelah puasa, atau berkisar awal Juli.
"Bila tidak bisa mengumpulkan akan memberikan suara atau dukungannya kepada Bacagub yang memiliki elektibilitas tinggi. Namun, kalau bisa jangan berikan ke pak Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)," jelasnya lagi.
"Soalnya, visinya pak Ahok berbeda dengan visinya saya dalam membangun kota Jakarta. Visi saya 'Nasionalisme Religius' jangan Kapitalisme Sekuler, seperti yang nampak belakangan ini. Jakarta kedepan diharapkan dalam pembangunan ada pemerataan dan keseimbangan," pungkasnya.(bh/mnd) |