Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Selatan
Surat Penangkapan Heather Cho Diajukan Jaksa
Wednesday 24 Dec 2014 19:37:31
 

Sidang atas pengajuan surat penangkapan Heather Cho akan digelar pekan depan. Heather Cho sudah mengajukan permintaan maaf secara terbuka.(Foto: twitter)
 
KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Jaksa penuntut Korea Selatan sedang mengupayakan surat penangkapan atas mantan pimpinan eksekutif Korean Air terkait dengan insiden 'kacang' di pesawat itu.

Heather Cho atau Cho Hyun-ah diduga melanggar undang-undang keselamatan penerbangan ketika memerintahkan pesawat Korean Air kembali ke gerbang ketika akan lepas landas.

Alasannya adalah Cho -yang saat itu menjabat Wakil Presiden Korean Air- 'marah' dengan seorang pramugari yang menawarkan kacang bukan di atas piring.

Putri Presiden Korean Air itu sudah mengundurkan diri dari jabatannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Jaksa penuntut mengatakan akan mendakwa Heather Cho dengan kekerasan di dalam penerbangan dan berupaya mengubah arah penerbangan.

Selain tuduhan melanggar peraturan keselamatan penerbangan, seorang pemimpin eksekutif Korean Air juga dituduh berupaya untuk menutup-nutupi insiden tersebut ketika sedang dalam proses penyelidikan.

Sidang untuk memutuskan apakah surat penangkapan tesebut dikeluarkan atau tidak akan dilakukan pekan depan.

Kementrian Perhubungan Korea Selatan pekan lalu menegaskan akan mengambil tindakan indisipliner atas Korean Air terkait insiden tersebut, dengan ancaman sanksi denda atau larangan terbang sementara.

Gara-gara tindakan Cho itu, pesawat Korean Air penerbangan New York ke Incheon, Korea Selatan, tertunda sekitar 20 menit.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Korea Selatan
 
  Rakyat Korsel Memilih Presiden Beraliran Liberal, Moon Jae-in
  Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye Ditangkap
  Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan, Bagaimana Kasusnya?
  Parlemen Korsel Memakzulkan Presiden Park Geun hye
  Pesawat Pemburu Stealth AS Diterbangkan ke Korsel
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2