JAKARTA, Berita HUKUM - Hasil rilis survei berjudul "Mencari Cawapres Ideal 2014" yang diselenggarakan oleh lembaga survei Indo Strategi menempatkan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai figur calon wakil Presiden untuk Joko Widodo dan Cawapres muda yang potensial, Gita mendapatkan sekor 38 dari 40.
Gita Wiryawan, dinggap sebagai sosok paling cocok mendampingi Joko Widodo sebagai pasangan calon Presiden dan wakil Presiden pada Pemilu 2014.
"Jokowi itu seorang solidarity maker dan Gita seorang profesional," kata Direktur Eksekutif Indo Strategi Andar Nubowo, di Galery Cafe Cikini Jakarta Pusat Rabu (2/4).
Posisi Gita masih diatas Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dengan skor 35, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa dengan skor 34, serta Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Thohari dan calon wakil presiden Partai Hati Nurani Rakyat Hary Tanoesoedibjo masing-masing dengan skor 33.
Sementara itu, Tokoh Muhammadiyah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mendapat skor 32, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meraih skor 31, peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo skor 30 dan Anies Baswedan dengan skor 29, Panglima TNI Jenderal Moeldoko skor 28, serta Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta skornya 27.
Survei Indostrategi ini menggunakan metode riset kualitatif dengan melakukan skoring terhadap tokoh dengan indikator tertentu dengan skala 1-4.
Sumber data berasal dari biografi tokoh-tokoh potensial yang muncul di publik, kelompok diskusi yang melibatkan 25 pakar dari berbagai bidang, wawancara mendalam dengan pakar, dan meta analisis media.
Hasil Suvei ini berbanding, terbalik dengan hasil pengamatan politik Burhanuddin Muhtadi dalam kesempatan yang sama Burhan menyampaikan bahwa, Jokowi tak cocok dengan Gita. Menurutnya, Gita dibesarkan dalam pengalaman internasional saat masih menjabat posisi Menteri.
Namun, keterbukaannya pada dunia luar Internasional, dinilai Burhan berbanding terbalik dengan karakteristik Jokowi yang terkesan lebih tertutup dan belum berpengalaman.
"Secara personal juga saya belum pernah dengar nama Gita ditempatkan dalam kandidat potensial yang diusung Jokowi," ujar Burhan.
Menurutnya, Gita tidak memiliki akses politik yang cukup untuk mendongkrak dukungan kepadanya. Meski PDI-P diprediksi mampu raih suara 25 persen, tetap butuh dukungan politik, terutama di parlemen kelak.(bhc/dbs/dar) |