Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
OTT KPK Terkait Kasus Tanah
Tak Hadir, Bupati Bogor Dipanggil Ulang 29 April
Wednesday 17 Apr 2013 19:26:24
 

Rahmat Yasin, Bupati Bogor.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Rahmat Yasin, Bupati Bogor disebut-sebut terlibat dalam dua kasus yakni Hambalang dan pengurusan ijin lahan pemakaman di Tanjungsari, Bogor. Orang nomor satu di Pemkab Bogor itu sebenarnya dipanggil hari ini Rabu (17/4), namun ia dikabarkan tengah manjalani Ibadah Umroh. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pada 29 April mendatang.

Priharsa Nugraha, Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK mengatakan, Rahmat Yasin kembali dipanggil pada akhir bulan ini. "Ya, ada pemanggilan ulang tanggal 29 April," kata Priharsa, Rabu (17/4) di gedung KPK.

Nama Bupati Bogor disebut-sebut terlibat dalam kasus pembangunan sarana dan prasarana proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat. Bahkan, ia juga diduga terlibat dalam kasus baru yakni pengurusan ijin lahan pemakaman di Tanjungsari, Bogor yang mencuat lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK mengatakan, tadi pagi pihaknya telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Bogor. "Memang tadi pagi dilakukan penggeledahan, tapi saya belum tahu detailnya penggeledahan itu, sepengetahuan saya penggeledahannya di tempat-tempat," kata Bambang.

Keterlibatan, Bupati Bogor diduga terkait soal pemberian ijin terhadap lahan pemakaman itu. "Semacam yang memberi konsensi untuk perizinannya. (Penggeldahan) kemudian di ruangan orang-orang yang diduga terlibat.

"Sekarang kami konsentrasi ke orang-orang yang ditangkap, bupati itu sendiri sekarang kalau tidak salah sedang Umroh. Tapi memang yang menarik adalah yang mempunyai otoritas yang mengeluarkan izin tersebut adalah kepala daerah," terang Bambang.

Sepeti diketahui, kemarin U (Usep) adalah staf Pemkab Bogor, W (Willy) diketahui adalah kolega oknum anggota DPRD Bogor, SST (Sentot) merupakan Direktur Utama PT GP (PT Gerindo Perkasa) diduga selakau pemberi suap, N (Nana) teman Sentot, I (Imam) swasta, serta dua orang sopir W dan sopir SST yang tidak disebutkan inisialnya oleh Johan. Ketujuh orang itu ditangkap di lokasi kejadian.

Sementara yang diamankan tadi pagi adalah Ketua DPRD Bogor, Iyus Djuheri dan orang diketahui merupakan stafnya Aris Munandar.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > OTT KPK Terkait Kasus Tanah
 
  KPK Tahan Tersangka Baru Kasus Lahan Kuburan Bogor
  Kasus Suap Izin Lahan Pemakaman, KPK Tetapkan SRS Tersangka
  Kembangkan Kasus, KPK Akan Panggil Bupati Bogor Rachmat Yasin
  KPK Terus Telusuri Keterlibatan Bupati Bogor
  Johan Budi: Berkas 3 Tersangka Korupsi Makam Bogor P 21
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2