Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Tak Temui Pendemo, Blusukan Jokowi Pencitraan
2016-11-07 13:24:41
 

Jutaan massa jihad pada Aksi Bela Islam jilid II dari berbagai elemen di sekitar Jakarta, Jumat (4/11). menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di jebloskan ke Penjara.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai, Presiden Jokowi yang tidak berada ditempat saat satu jutaan masyarakat melakukan Aksi Damai Bela Islam Jilid II menegaskan bahwa, blusukannya selama ini hanya pencitraan belaka.

"Harusnya presiden menemui wakil demonstran, mereka sudah bersusah payah datang dari berbagai pelosok dengan aksi yang damai dan tertib malah ditinggalkan. Aspirasi mereka sangat bagus dan konstitusional, yakni penegakan hukum bagi penista agama dan perusak kerukunan umat beragama," kata Politisi F-Gerindra yang juga ikut serta dalam Aksi tersebut, Jum'at (4/11).

Ditambahkannya, presiden yang selama ini sering blusukan mencitrakan diri aspriratif kepada rakyat, tapi entah kenapa sekarang sulit menerima aspirasi rakyatnya. Jika aspirasi tidak ditindaklanjuti dengan serius, maka akan menggangu sektor lain bahkan menjadi bom waktu.

Menurut Sodik, ada sebuah keanehan yg luar biasa dengan presiden. Ia yang juga dinilai sering peduli dan menangani langsung terhadap perkara kecil, tapi sangat lambat reaksinya dalam penegakan hukum bagi seorang Ahok.

"Dengan lambatnya kasus ini, menguatkan dugaan orang bahwa Jokowi tidak berani tegas bertindak, karena ahok pegang banyak kartu mati Jokowi," tegasnya. Selain itu, lanjut Sodik, aksi ini adalah akumulasi dari kekecewaan umat dan masyarakat terhadap seorang ahok, yang menurut mereka belum punya prestasi dan sumbangsih apa-apa kepada NKRI, dibandingkan dengan para pejuang dan pemimpin bangsa indonesia terdahulu.

Apalagi, kata Sodik, dengan kepribadian ahok yang arogan, merasa paling bersih, pintar dan hebat, serta paling berjasa sehingga pikiran dan mulutnya banyak melecehkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk surat Al Maidah.

Politisi Dapil Jawa Barat I ini, merasa takjub dengan jutaan demonstran yang datang dari berbagai pelosok. Apalagi, dengan kesadaran nurani yang dalam, tulus dan sabar datang membiayai sendiri perjalanannya ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya langsung kepada presiden

"Saya datang dan menyaksikan sendiri serta berdialog dengan para demonstran didampingi dengan Pimpinan DPR" terangnya. Ia menambahkan, dua pimpinan DPR yang hadir dalam demo tentu akan juga menangkap aspirasi masyarakat. Yaitu dengan meminta penjelasan dan mendesak pemerintah untuk segera merespon aspirasi ini.(jk,mp/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
  Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
  Eggi Sudjana Laporkan Jokowi soal Dugaan Ijazah Palsu,Tantang UGM Buka Suara
  PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
  PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2