Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Papua
Tas Rajut Papua Akan Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Dunia
Thursday 22 Nov 2012 09:13:20
 

Noken (tas rajut kerajinan asli Papua).(Foto: Ist)
 
BOGOR, Berita HUKUM - Pemerintah Indonesia akan berjuang dalam sidang UNESCO di Paris, Prancis, 2-8 Desember mendatang, untuk menjadikan Noken (tas rajut kerajinan asli Papua) sebagai warisan budaya dunia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyampaikan kabar baik bagi budaya Indonesia itu saat membuka pembekalan penyuluh budaya non PNS di Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11).

"Setiap tahun, kita berusaha untuk menjadikan minimal satu budaya kita menjadi warisan budaya dunia. Tahun lalu kita punya Subak yang sudah jadi warisan dunia, tahun ini kita akan perjuangkan noken," kata Wamendikbud Wiendu.

Noken adalah budaya asli Papua dalam bidang kerajinan tas yang merupakan hasil dari daya cipta, daya rasa dan daya karsa atas dasar kemahiran manusia. Mama-mama perajin dan kaum pria noken anggrek mengasah kemampuan dalam membuat noken dan kerajinan tangan lainnya bersama masyarakat adat Papua dari masa ke masa dari zaman leluhur. Di setiap wilayah Papua, nokennya pun memiliki ciri tersendiri.

Wiendu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung usaha pemerintah dalam mengangkat budaya Indonesia ke kancah internasional. Jika kali ini Noken berhasil ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, maka hari putusan sidang tersebut akan diusulkan kepada pemerintah daerah Papua menjadi hari noken.

"Pelestarian noken harus dimulai dari masyarakat daerahnya, untuk memakai noken sebagai kebanggaan. Sama seperti kita bangga memakai batik," kata Wiendu.

Dengan dijadikannya noken sebagai warisan budaya dunia, maka akan membuka berbagai peluang bagi masyarakat. Mulai dari peluang penyerapan tenaga kerja, hingga peluang ekonomi dan peluang pelestarian budaya.(skb/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Papua
 
  TNI-Polri Mulai Kerahkan Pasukan, OPM: Paniai Kini Jadi Zona Perang
  Pemilik dan Masyarakat Papua Geruduk Kementerian LHK, Desak Menteri Usut Indikasi Mafia Tanah dan Hutan Adat di Jayapura Selatan
  Kejati Pabar Penjarakan SA Mantan Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Papua
  Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam
  Pelinus Balinal Sebut Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sebagai Prioritas di Kabupaten Puncak
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2