ACEH, Berita HUKUM - Ketua Achenese Australia Association (AAA) Tgk Sufaini Syekhy, menyayangkan serta mengecam keras peryataan Muzakir Manaf mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang juga Wakil Gubernur Aceh yang menyebutkan PNA bukan Partai Nasional Aceh, melainkan Partai Nasrani Aceh.
Hal tersebut diucapkan Sabtu (22/2) pada saat Pengukuhan Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) di Paya Bakong, Aceh Utara, akibat pernyataan tersebut muncul bermacam tanggapan dari kalangan masyarakat.
Menurutnya, Pernyataan tersebut benar-benar sangat menciderai masyarakat Aceh yang sedang membangun demokrasi. Kata-kata seperti itu seharusnya tidak diucapkan dan keluar dari mulut seorang Wakil Gubernur, ujara Tgk melalui pesan blecberry nya.
"Pernyataan tersebut sangat menyakitkan, ini jelas telah menghina rakyat Aceh, karena di dalam Partai PNA merupakan gabungan para ulama Aceh, mantan GAM, tokoh-tokoh Aceh apakah mereka nasrani ?" sebut Tgk Syekhy.
Kisruh apalagi yang diciptakan oleh seorang Wagub Aceh, yang menyatakan PNA itu Partai Nasrani, Muzakir Manaf harus menghentikan ucapan-ucapan yang dapat membuat kondisi Aceh semakin tidak menentu, jangan karena sudah jadi wakil Gubernur bisa seenaknya bicara.
Kami mengecam dan mengutuk pernyataan tersebut yang menyebut PNA Partai Nasrani. Melalui pesan singkatnya yang di terima awak media ini Selasa (25/2) "Ini dapat diancam pidana karena menghina/memfitnah orang lain dan merusak nama baik pihak lain," sebutnya.
Seharusnya bisa menempatkan diri dengan statement yang dibuatnya dan sebagai pejabat publik bisa membawa suasana sejuk termasuk dalam berpolitik, sehingga tidak menyakiti masyarakat Aceh.
"Jangan membuat pernyataan yang bisa menimbulkan permusuhan di dalam masyarakat, sebagai pemimpin seharusnya mengayomi semua pihak," pungkas Tgk Syekhy.(bhc/kar)
|