Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pemilu 2014
Tim Prabowo-Hatta Laporkan Kelemahan Sistem Pengamanan C1 ke DKPP
Thursday 14 Aug 2014 21:55:36
 

Ilustrasi. Barang bukti data berkas untuk Gugatan kecurangan sengketa Pilpres 2014 di MK, Kamis (14/8).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Advokasi Prabowo – Hatta hari ini (14/8) melaporkan temuan masalah kelemahan sistem pengamanan formulir C1 yang dikeluarkan KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ketua Tim Advokasi Prabowo – Hatta, Mahendradatta mengatakan bahwa, formulir C1 yang merupakan dokumen negara sangat mudah dipalsukan.

“Formulir C1 merupakan dokumen negara yang keberadaannya sangat penting sehingga perlu pengamanan ekstra. KPU menjelaskan bahwa ada dua jenis pengamanan dalam formulir C1 yaitu hologram di pojok dan kedua mikro teks.” tutur Mahendradatta.

Mahendradatta mengatakan kedua jenis pengaman tersebut ternyata sangat mudah untuk dipalsukan, “Pengamanan hologram hanya ditempel bukan dimuat dan dicetak dalam kertas. Begitu juga dengan mikro teks yang berada dalam garis. Ternyata bisa dibaca tanpa alat khusus, cukup dengan menggunakan kaca pembesar.”

“Oleh karena itu temuan ini kami laporkan ke DKPP, formulir C1 ini merupakan nyawa dalam pelaksanaan Pemilu. Jika formulir ini mudah dipalsukan kami khawatir formulir ini akan sulit dijadikan alat bukti dalam sengketa Pemilu. Seharusnya pengamanan dokumen sepenting ini dibuat seketat mungkin agar tidak mudah terjadi pembobolan.” tutup Mahendradatta.(pgr/mega/aziz/bhc/sya)




 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2