Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
TNI
Tim TNI AD Juara Umum Lomba Tembak AASAM, Senjata Pindad Jadi Terkenal
2016-05-24 19:20:24
 

Tim penembak TNI AD kembali mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di ajang lomba tembak Internasional Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kemampuan menembak tim TNI AD akan terjaga performanya jika dibarengi dengan kualitas senjata yang optimal pula. Dukungan kami untuk prajurit TNI AD menjadi sarana untuk mencari input terkait peningkatan kualitas produk dari berbagai pabrikan senjata lainnya. Keberhasilan TNI AD menjadikan senjata buatan Pindad makin dikenal oleh prajurit dari negara-negara peserta AASAM, Kami bersyukur karena komitmen Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sangat tinggi dalam penggunaan senjata dalam negeri. Hal ini juga bentuk dukungan mereka dalam program percepatan kemandirian industri pertahanan nasional.

Hal tersebut dikatakan Direktur PT. Pindad Silmy Karim yang diawakili oleh Direktur Pemasaran Bapak Widjajanto, usai acara penyambutan Kontingen ASEANArmies Rifle Meet (AASAM) 2016 di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten Senin, (23/5).

Sebagai wujud rasa syukurnya manajemen Pindad menyampaikan terima kasih kepada kontingen AASAM 2016 dengan memberikan tanda apresiasi sebesar 500 juta rupiah. Dalam menggunakan produk Pindad saat perlombaan, tim TNI AD turut memperkuat promosi terkait Brand Awareness terhadap keunggulan senjata Pindad kepada negara-negara lain saat berlaga di AASAM," ujar Silmy. Selain di AASAM, tim petembak TNI AD juga sering menjadi juara umum di berbagai kompetisi menembak lainnya.

Misalnya saja, di ajang Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM), Indonesia berhasil menjadi juara umum sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 silam. Begitu juga di ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AARM), kontingen penembak Indonesia berhasil menjadi juara umum sejak tahun 2008 hingga tahun 2014. Dalam dua kompetisi tersebut, juga menggunakan produk senjata Pindad.

Seperti diketahui Tim penembak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di ajang lomba tembak Internasional Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM). Dalam lomba menembak internasional yang diselenggarakan di Puckapunyal, Australia pada tanggal 3-20 Mei 2016 ini, tim TNI AD berhasil menjadi juara umum dan unggul atas negara-negara lain seperti Amerika, Inggris, Tiongkok dan tuan rumah Australia. "Dengan hasil yang membanggakan ini, Indonesia berhasil mempertahankan posisi juara umum untuk kesembilan kalinya sejak mengikuti ajang ini pada tahun 2008", kata Direktur PT Pindad.

PT Pindad (Persero), turut berkontribusi dalam ajang ini dengan menyediakan beberapa produk senjata andalannya untuk dipakai oleh para penembak handal ini. "Kami ikut bangga dengan keberhasilan para prajurit TNI AD yang sembilan tahun berturut-turut juara umum di AASAM. Pindad akan terus dukung dengan hadirkan senjata-senjata terbaiknya untuk prajurit TNI AD," ujar Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim.

Dari 20 negara yang bertanding, Indonesia berhasil mengumpulkan 23 medali emas, 13 medali perak, dan 9 medali perunggu. Tiongkok berada di posisi kedua dengan perolehan 9 medali emas, 15 medali perak, dan 5 medali perunggu. Sementara posisi ketiga dihuni Jepang dengan 4 medali emas, 2 medali perak, dan 3 perunggu. Dalam kejuaraan internasional ini tim TNI AD menggunakan senapan serbu SS2-V4 dan senjata genggam G2 Combat buatan PT Pindad (Persero). "Kemenangan untuk kesembilan kalinya ini juga membuktikan bahwa kualitas senjata buatan Pindad terbukti baik dan dapat bersaing dengan pabrikan senjata asing lainnya," pungkas Silmy.(tni/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2