BANTEN (BeritaHUKUM.com) � Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Banten Syafrol Makmur mengatakan, pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno masih berada di atas angin dibandingkan dengan dua calon Gubernur (Cagub) Banten lainnya.
�Saya awalnya terkejut tapi juga lantas bangga atas popularitas Bu Atut, calon Gubernur yang kami dukung. Hal ini tentu seiring sejalan dengan hasil survei yang kami miliki, bahwa elektabilitas Bu Atut masih di atas kedua calon yang lain,� klaim Syafrol seperti dikutip situs resmi cagub Banten tersebut, Selasa (27/9).
Dia menjelaskan, popularitas pasangan ini tidak hanya dikenal di dalam Banten saja. �Di Yokohama, Bu Atut dan Pak Rano sebagai sosok yang paling dikenal. Popularitas keduanya Luar Biasa,� tuturnya.
Yang membuat terkenal, tambahnya, Atut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Banten lebih dari Rp 3 miliar. �Makanya elektabilitas Atut masih jauh di atas kedua calon yang lain,� paparnya.
Meski demikian, lanjutnya, PAN tidak akan terlena dengan hasil survei tersebut. Partainya akan tetap menjalankan mesin-mesin politiknya untuk menyukseskan Pemilukada Banten. �PAN akan sepenuhnya mendukung dan mesin-mesin politik PAN juga sudah berjalan untuk menyosialisasikan Atut-Rano. Dengan itu tentu saya juga berharap kami akan bisa memperoleh Kemenangan,� tandasnya.
Ditanya jika yang terpilih bukan pasangan Atut-Rano, Syafrol berujar, �Saya rasa program yang ditawarkan Atut-Rano adalah yang terbaik, maka saya yakin siapapun yang terpilih juga akan mengutip program kami. Ataupun juga akan melanjutkan keberhasilan-keberhasilan Atut yang sekarang,� tandasnya.
Kontribusi Guru Ngaji
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memberikan apresiasi dan Penghargaan yang tinggi terhadap kontribusi para Guru Ngaji mewujudkan cita-cita masyarakat Banten yaitu �Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa.
Ratu Atut mengatakan, para guru ngaji di kampung maupun desa sangat membantu Pemerintah provinsi dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, membina mental spiritual anak-anak sejak usia dini, dan menghapus buta aksara Al-Qur'an di wilayah Banten.
�Para guru ngaji juga berperan besar dalam upaya mempertahankan ciri khas Banten sebagai wilayah religius,� katanya, saat kunjungan kerja ke Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten KH. Uci juga memuji perhatian pemerintah terhadap bidang keagamaan. Menurutnya, Ratu Atut sangat peduli terhadap masalah keagamaan. �Ibu Gubernur sangat memperhatikan masalah hubungan antar umat beragama di Banten,� katanya.
Uci memberikan apresiasi kepada upaya Gubernur yang tidak hanya membangun fisik infrastruktur dan perekonomian masyarakat, melainkan juga membangun mental dan spiritual masyarakat. Menurut Uci, ujung tombak pembangunan keimanan dan ketaqwaan masyarakat terletak pada para guru ngaji yang ada di kampung atau desa.
�Para Guru Ngaji memiliki peran penting dalam upaya memperkuat keimanan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan radikal maupun ajaran sesat yang belakangan banyak berkembang,� ujarnya.(rrc/biz)
|