Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Unggah Aksi Ngebutnya, Dokter Jepang Ditangkap Polisi
Monday 12 Mar 2012 09:52:25
 

Sang dokter iseng mengunduh aksi ngebutnya di atas sebuah ferradi di Fukuoka, Jepang (Foto: BBC.co.uk)
 
TOKYO (BeritaHUKUM.com) – Iseng-iseng malah berujung masalah. Inilah yang menimpa seorang dokter di Jepang. Pasalnya, setelah mengunduh aksi kebut-kebutannya mengendarai mobil sport Ferrari ke situs video YouTube, polisi langsung mencari dan menangkapnya.

Polisi mengatakan, sang dokter berusia 50 tahun itu menghadapi dakwaan berkendara melewati batas kecepatan yaitu mencapai 124km per jam di kawasan yang hanya memperbolehkan mobil melaju di kecepatan 40km per jam.

Bagaimana polisi bisa menangkap dokter asal Okawa, Prefektur Fukuoka itu? Ternyata seseorang yang menonton 'hasil karya' sang dokter menjadi marah dan melaporkan aksi itu ke aparat hukum.

Video ngebut berdurasi enam menit itu berjudul 'Ferrari 458 melaju di Jepang 2011' yang ditulis dalam bahasa Jepang. Aksi ngebut itu direkam sebuah kamera video yang ditempatkan di belakang sang dokter yang tengah mengemudi. Lalu dokter 'pembalap' ini menyatakan, "Saya hanya ingin orang lain memahami kecantikan sebuah Ferrari," ujarnya enteng.

Video itu berawal, ketika mobil mewah itu meninggalkan sebuah tempat parkir di bawah tanah dan melaju di jalanan pesisir pantai Fukuoka pada 24 April 2011 lalu. Ternyata aksi ngebut sang dokter tak memikat di mata pengguna YouTube. Sebanyak 84 orang memilih tidak suka dan hanya 19 orang yang memilih suka.

Menurut harian The Mainichi Daily, polisi menerima laporan soal video ini pada Mei 2011 yang langsung memulai penyelidikan. Kini, sang dokter harus mempertanggungjawabkan aksinya itu di hadapan hukum. Jika terbukti bersalah, maka dia terancam hukuman penjara enam bulan atau denda maksimal lebih dari Rp 10 juta.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2