Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertumbuhan Ekonomi
Upah Minimum Pekerja Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi
2016-02-18 14:07:21
 

Ilustrasi. Asumsi Makro 2016 Dikoreksi.(Foto: Kompas.com)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Badan Anggaran DPR-RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti permasalahan upah minimum untuk para tenaga kerja nasional. Menurutnya permasalahan upah minimum pekerja memiliki dampak pada perputaran ekonomi Indonesia. Jika pekerja tidak memiliki hak upah yang cukup tentu konsumsi terhadap kebutuhan hidup pun menurun.

"Tentunya di sini perlu dikaji permasalahan yang berhubungan dengan upah minimum dan sebagainya. Daerah tidak melakukan ketetapan yang telah diatur pemerintah," ujar Haryo saat Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI, Rabu (17/2).

Peningkatan kesejahteraan pekerja merupakan unsur penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum. Dalam rapat tersebut disinggung, bahwa negara harus selalu hadir meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Bentuk kehadiran negara itu, dalam pemberian jaring pengaman melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula untuk memastikan pekerja atau buruh tidak jatuh ke dalam upah murah, sehingga upah buruh naik setiap tahun dengan besaran kenaikan yang terukur.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro akan menyiapkan alokasi anggaran tambahan di pos belanja pegawai untuk membiayai pengangkatan tenaga kerja honorer kategori dua (K2) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini.

Tambahan anggaran tersebut, akan diajukan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 dengan DPR.

"Kami sudah siapkan anggarannya, mudah-mudahan, daerah bisa menganggarkan jika sudah ter-rekrut lewat prosedur Kementerian PAN-RB," kata Bambang, menanggapi pertanyaan Anggota Banggar.

Selain itu Haryo yang juga anggota Komisi VI DPR yang mengurusi persoalan perindustrian nasional, juga menyinggung soal perusahaan swasta. Dia menyayangkan kendala perusahaan swasta yang banyak menutup usahanya, sebab berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi.

"Kami menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi nasional, kami prihatin dengan adanya beberapa perusahaan yang melakukan penutupan," papar anggota Dewan dari dapil Jawa Timur I ini.(eko,mp/dpr/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pertumbuhan Ekonomi
 
  Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
  Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
  Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
  Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
  Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2