Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Usai Lebaran, Hidung Belang Serbu Dolly
Monday 05 Sep 2011 15:44:42
 

Ilustrasi
 
SURABAYA (BeritaHUKUM.com) - Meski sudah dinyatakan boleh dibuka pasca hari H Lebaran, namun sampai saat ini masih belum banyak Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Dolly yang bekerja. Berdasar pantauan Bakesbang Linmas Pemkot Surabaya, hanya sekitar 10 persen saja PSK di lokalisasi Dolly yang sudah bekerja pasca libur panjang Ramadhan dan Lebaran.

Kepala Bakesbang Linmas Pemkot Surabaya Soemarno mengatakan, berdasar hasil pantauannya di lokasi, terlihat banyak bangku kosong di wisma-wisma Dolly. Bangku atau sofa tersebut, biasanya terisi penuh oleh para gadis berpakaian minim yang menjajakan kenikmatan cinta kilat.

"Memang semua wisma sudah buka, tapi PSK-nya masih sangat sedikit. Kami mendapat laporan, hanya 10 persen saja yang sudah bekerja," ujar Soemarno kepada wartawan di Surabaya, Senin (5/9).

Lebih lanjut, Soemarno mengatakan, bahwa hal ini berbeda terbalik dengan tamu atau pelanggan yang mengunjungi lokalisasi Dolly. Menurut Soemarno, tamu yang datang justru lebih banyak, ketimbang PSK yang bekerja. Secara otomatis, para tamu berebut untuk dapat memuaskan hasratnya dengan PSK yang ada. "Dari pantauan kami, PSK-nya sedikit, tapi tamunya banyak, istilahnya banyak permintaan, tapi barangnya sedikit," imbuh Soemarno dengan bercanda.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jarwo, pemilik warung di kawasan Dolly. Jarwo menuturkan, bahwa meski dirinya sudah membuka warung sejak H+1 lebaran, namun jumlah pembeli masih sangat sedikit karena langganan tetapnya yakni para PSK masih belum banyak yang bekerja. "Kurang tahu mas. Memang masih sepi. Mungking saja mereka sudah tobat kali, tak mau balik lagi,” ujarnya sambil tertawa.

Sementara itu, untuk mengantisipasi munculnya PSK baru, Soemarno mengaku akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh wisma yang ada di lokalisasi di Surabaya termasuk Dolly. Soemarno mengaku akan menunggu hingga semua PSK beroperasi sebelum melakukan operasi. "Kita tunggu sampai semua datang, baru akan kita lakukan operasi untuk memastikan tidak ada pertambahan PSK baru," pungkasnya.(bjc/bwl)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

 

ads2

  Berita Terkini
 
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2