Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Warga Miskin AS Makin Meningkat
Friday 16 Dec 2011 23:40:04
 

Krisis berkepanjangan menyebabkan peningkatan jumlah warga miskin di AS (Foto: Gstatic.com)
 
WASHINGTON (BeritaHUKUM.com) – Survei tentang tingkat kemiskinan di Amerika Serikat (AS) menunjukkan semakin banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suvei 29 kota di seluruh AS menyebutkan semakin banyak orang yang tidak punya rumah dan hampir semua kota melaporkan peningkatan permintaan bantuan makanan.

Berdasarkan data pemerintah AS, 49 juta rakyat AS termasuk kategori miskin pada 2010, peningkatan satu persen dibandingkan tahun sebelumnya."Di sini, di negara terkaya di dunia, ada orang yang tidak punya rumah. Kami gagal untuk menangani masalah kritis terkait tunawisma dan bantuan makanan," kata walikota Kansas Sly James yang memimpin kelompok survei konperensi walikota.

Dikutip situs BBC, Jumat (116/12), dari 29 kota yang disurvei dengan lebih dari 30.000 penduduk, 25 diantaranya selalu meminta bantuan makanan dari pemerintah dalam satu tahun terakhir. Di kota Missouri, Kansas, jumlah mereka yang meminta bantuan makanan meningkat 40%, peningkatan tertinggi dalam survei.

Penduduk di kota Boston dan Salt Lake juga banyak yang meminta bantuan makanan diikuti dengan Philadelphia. Angka tunawisma di 29 kota yang disurvei meningkat sekitar 6%, menurut laporan survei konperensi walikota itu.

Kota dengan angka tunawisma tertinggi adalah Charleston, South Carolina dengan angka 33% dan diikuti dengan Cleveland, Ohio, 21% dam Detroit, Michigan, 16%. Angka tunawisma di dua dari tiga kota yang disurvei diperkirakan akan meningkat tahun depan.

Laporan juga menyebutkan seperempat tunawisma dewasa "mengalami gangguan mental parah" dan 13% diantaranya adalah veteran militer Amerika. Sekitar 18% dari mereka yang menggelandang tidak mendapatkan bantuan karena kurangnya tempat penampungan.(sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2