Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
FAO
10 Negara Bekerja Sama Memonitor Hutan
Saturday 28 Jul 2012 16:44:12
 

Pemandangan Udara hutan hujan Kongo Basin di Provinsi Equateur, DR Kongo. (Foto: Ingrid Schulze)
 
KONGO, Berita HUKUM - Sepuluh negara di Afrika Tengah bekerja sama dalam sistem pengawasan hutan yang disponsori PBB, Kamis (26/2). Inisiatif ini menargetkan pengelolaan hutan di Basin Kongo (Congo Basin) seluas 200 juta hektar.

Hutan hujan di Basin Kongo ini adalah hutan hujan alami terluas kedua di dunia setelah hutan Amazon. Hutan ini menjadi sumber ekonomi bagi 60 juta penduduk.
Melalui sebuah inisiatif senilai €6 juta (sekitar US$7,3 juta), PBB berharap, kawasan hutan ini akan terlindungi dari ancaman peralihan fungsi lahan termasuk penebangan hutan dan pertambangan yang tidak berkelanjutan.

Inisiatif ini juga diharapkan mampu menyajikan data kehutanan terbaru yang akan membantu negara mengelola dan mencegah aktivitas perusakan hutan.

Proyek ini akan dikelola bersama oleh Central Africa Forests Commission (COMIFAC) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB bekerja sama dengan National Institute for Space Research (INPE) di Brasil.

“Belajar dari pengalaman di Brasil, sistem pengawasan hutan nasional adalah elemen kunci untuk mendapatkan dukungan internasional bagi perlindungan dan tata kelola hutan yang berkelanjutan,” ujar Eduardo Rojas, Wakil Direktur Jenderal FAO bidang Kehutanan.

Kesepuluh negara yang terlibat dalam inisiatif ini adalah Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Demokrasi Kongo, Republik Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Rwanda, São Tomé dan Principe.

FAO akan menyediakan bantuan teknis yang membantu semua negara yang terlibat menerapkan teknologi penginderaan jarak jauh guna memerkirakan luas hutan dan memonitor perubahannya, beserta perkiraan jumlah simpanan karbon di dalamnya.

Inisiatif ini didanai melalui program Congo Basin Forests Fund, yang diluncurkan oleh pemerintah Norwegia dan Inggris melalui Bank Pembangunan Afrika. Proyek ini juga akan membantu negara menciptakan sistem pengawasan hutan mereka sendiri sebagai bagian dari inisiatif REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries).(bhc/rls/rat)



 
   Berita Terkait > FAO
 
  10 Negara Bekerja Sama Memonitor Hutan
 
ads1

  Berita Utama
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2