Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Adhyaksa Dault
Aktivis Pecinta Lingkungan Dukung Adhyaksa Dault di Pilgub DKI
2016-04-21 21:38:07
 

Ilustrasi. Bakal calon Gubernur Adhyaksa Dault saat di berbagai kegiatan dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Aktivis pencinta lingkungan Alex Sudjudi di Jakarta, Kamis (21) mengatakan, siap mendukung bakal calon Gubernur Adhyaksa Dault di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 mendatang. Menurutnya, Jakarta sebagai barometer Indonesia memerlukan figur pemimpin yang bijaksana seperti Adhyaksa.

"Jakarta perlu pemimpin bijaksana seperti Adhyaksa, insyah Allah kami siap mendukung," kata Alex melalui testimoninya.

Diakui Alex, dirinya sudah menganggap Adhyaksa sebagai sahabat sejak masih duduk di taman kanak-kanak. Bahkan persahabatan itu terus berlanjut hingga kini. Alex juga mengenal Adhyaksa sebagai seorang pemimpin dan muslim yang taat dan peduli pada masyarakat kecil. "Jika beliau maju sahabat-sahabat siap mendukung," Ucap Alex.

Ditempat terpisah, Adhyaksa mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Aktivis pencinta lingkungan Alex Sudjudi. Ke depan Adhyaksa berjanji akan membangun kota Jakarta sesuai dengan aspek lingkungan dan alam melalui Green Governance.

"Ke depan pembangunan di Jakarta harus sesuai dengan aspek lingkungan dan alam, yakni program green governance," kata Adhyaksa, mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang kini menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka (Ka Kwarnas) periode 2013-2018.

Tentunya pembangunan di Jakarta akan dilakukan dengan lebih cermat dan tidak serampangan. Pembangunan di Jakarta akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi alam dan lingkungan Jakarta. Artinya bahwa pembangunan yang tidak sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan Jakarta sudah pasti tidak akan dilakukan.

Misalnya di wilayah pesisir Jakarta, yang merupakan muara dari beberapa sungai besar yang ada di Jakarta. Di sisi lain wilayah tersebut juga merupakan tempat bagi para nelayan untuk mencari ikan. Dengan kondisi alam dan lingkungan seperti itu, bisa dipastikan bahwa wilayah tersebut tidak akan dijadikan sebagai tempat pemukiman modern berupa gedung-gedung pencakar langit. Karena bisa dipastikan bahwa pembangunan pemukiman seperti itu akan merusak ekosistim lingkungan di wilayah tersebut.

Misalnya lagi untuk wilayah Jakarta yang kerap dilanda banjir. Sudah selayaknya dipelajari dulu apa yang menjadi penyebabnya. Jika hal itu dikarenakan oleh daya dukung lingkungan berupa kemampuan daya serap lingkungan, maka pembangunan di wilayah tersebut harus dibatasi. Artinya bahwa luas lahan terbuka yang harus tersedia di wilayah tersebut harus disesuaikan dengan kemampuannya dalam menyerap air hujan. Untuk wilayah aliran sungai, kebijakan yang diterapkan dalam rangka mengatasi dan mencegah banjir di Jakarta tentunya akan berbeda dengan wilayah sebagaimana contoh di atas.

Pembangunan di masing-masing wilayah Jakarta memang harus disesuaikan dengan karakteristik lingkungan masing-masing wilayah tersebut. Sehingga dengan demikian tidak akan terjadi lagi permasalahan dalam setiap aktivitas pembangunan Jakarta. Tidak akan ada lagi suatu solusi untuk suatu permasalahan yang kemudian malah memunculkan permasalahan baru yang lebih rumit.

Jadi, jika Jakarta dipimpin oleh orang yang faham betul mengenai alam dan lingkungan, maka bisa dipastikan bahwa Jakarta akan ditata dan dikembangkan sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Artinya bahwa Jakarta akan menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya, bukan bagi segelintir warga tertentu saja.(adhyaksadault.info/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2