Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Anand Krishna
Anand Krishna Jalani Hukuman di LP Cipinang
Sunday 17 Feb 2013 20:04:26
 

Penangkapan Anand Krishna di Gianyar, Bali.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejak ditangkap di Padepokannya yang terletak di Tegalalang, Ubud, Gianyar Bali, Anand Krishna hari itu juga langsung diterbangkan ke Jakarta dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang (LP Cipinang) Jakarta Timur.

Dari keterangan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Setia Untung Arimuladi, bahwa proses penangkapan Anand Krishna telah dilakukan kemarin pagi pukul 08:00 Wita. Sempat terjadi perlawanan dari puluhan orang pendukung Anand Krishna, saat Jaksa Eksekutor membacakan surat eksekusi di depan Anand Ashram.

Puluhan pendukung Anand Krishna telah berbaris menghadang di balik pagar pintu padepokan, ini membuat para petugas memaksa masuk dengan melompat pagar, kericuhan pun terjadi dan beberapa pendukung Anand Krishna terluka, karena adu fisik dengan para petugas, namun hanya berakhir dengan adu mulut antara pendukung Anand dan para petugas dari Kejari Jakarta Selatan yang dibantu Kejati Bali, Kejari Denpasar dan Kejari Gianyar.

"Semua sudah menjadi kewajiban karena tugas, tidak perlu dipertentangkan Insya Allah semuanya akan berjalan sesuai aturan hukum," kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi kepada Pewarta BeritaHUKUM.com, Minggu (17/2).

Akhirnya Anand Krishna berhasil dibawa ke Mapolda Bali untuk selanjutnya dengan dibantu pihak Kepolisian, Anand dibawa ke Bandara untuk diterbangkan ke Jakarta, untuk menjalani hukuman di LP Cipinang.

Dijelaskan Kapuspenkum Kejagung Setia Untung Arimuladi bahwa Kejari Jakarta Selatan telah secara patut memanggil terdakwa Krisna Kumar Tolaram Gangtani alias Anand Krishna sebanyak 3 kali. Karena mangkir terus makanya dijemput paksa.

Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga eksekusi harus dilakukan. Anand Krishna terbukti melakukan perbuatan cabul pada muridnya Tara Pradipta Laksmi di Yayasan L'Ayurveda, Jakarta.

Anand Krishna dijerat dengan Pasal 290 ayat 1, Pasal 294 ayat (2) ke 2 jo Pasal 64 KUHP ayat 1.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2