Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Anggaran Operasional Wamen Bebani APBN
Tuesday 18 Oct 2011 18:04:21
 

Jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II (Foto: Dok. Rumgapres)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan bahwa pengangkatan Wakil Menteri (Wamen) dapat mengakibatkan pemborosan anggaran negara. Pasalnya, pengangkatan itu akan menaikan anggaran fasilitas negara bagi operasional wamen.

Nilai anggaran operasional bagi wamen itu, kemungkinan besar akan sama dengan dana operasional menteri, yakni Rp 1,2 miliar per tahun. “Kalau sekarang ini ada 19 Wamen, berarti anggaran operasional Wamen mencapai Rp 16 miliar lebih per tahun,” kata Sekretaris Nasional Fitra Uchok Sky Khadafi dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (18/10).

Menurut dia, dalam APBN saat ini, memang belum ada anggaran operasional bagi Wamen. Tapi dapat diasumsikan dengan melakukan pembandingan antara anggaran operasional menteri dengan wakil menteri yang nilainya hampir sama itu. Sebab, setiap bulan, belanja operasional menteri mencapai Rp 100 juta per bulan. Jumlah ini juga akan sama yang diberikan kepada wamen.

Nilai anggaran itu, lanjut dia, belum lagi mencakup anggaran Wamen untuk keperluan jamuan tamu, pengadaan pelengkapan, operasional keprotokolan, rapat-rapat kerja Wamen, terselenggaranya pelayanan dan pengawalan Wamen, anggaran pengadaan mobil dinas dan lainnya. “Besarnya nilai anggaran akan membengkak dan sudah pasti membebani APBN,” jelas dia.

Padahal, dengan kondisi sekarang ini, negara atau APBN sudah sangat berat untuk mengalokasi anggaran kepada para menterinya sendiri. Apalagi rata-rata setiap tahun anggaran, rakyat harus membayar melalui pajak kepada anggaran untuk keperluan pribadi menteri menimal sebesar Rp 14 miliar per tahun. "Tapi ada juga menteri yang memperoleh anggaran lebih besar, yakni Rp 19-21 miliar pertahunnya," ungkap Uchok.(tnc/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2