JAKARTA, Berita HUKUM - Nasib malang menimpa Benny Handoko seorang kontraktor, dan baiknya siapa saja perlu berhati-hati menggunakan media sosial seperti Twitter, sebab kicauan nafsu buta dan tanpa bukti bisa berujung pelaku masuk penjara.
Benny Handoko kini akhirnya meringkuk dalam penjara. Oleh Jaksa Penuntut Umum telah membenarkan penahanan tersebut, karena terkait kasus pencemaran nama baik melalui akun Twitter @benhan yang diadukan Misbakhun mantan anggota DPR RI ke Mapolda Metro Jaya.
Dalam kasus ini, Kepala Seksi Pidana Umum Agung Ardiyanto mengatakan saat penyerahan tahanan tidak ada perlawanan, pasalnya tersangka diantar langsung oleh Penyidik Mapolda Metro Jaya untuk dihadapkan penutut umum melalui Kejaksaan Tinggi DKI.
"Kemarin dilakukan penyerahan tahap II. Benny ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, sekitar jam tiga'anlah. Saya yang meneken penahannya," kata Agung Ardiyanto, kepada Wartawan, di Kejari Jaksel, Jumat (6/9)
Adapun alasan penahanan terhadap tersangka Benny sesuai syarat subjektif dan objektif kalau itu dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan Barang Bukti dan mengulangi perbuatan.
"Selain penyerahan tersangka, juga barang bukti berupa 9 lembar print out surat elektronik twiter. 1 buah flashdisc dan 1 buah labtop milik tersangka," terang Agung.
Agung juga menjelaskan bahwa prosedur penyerahan tersangka dan barang bukti dilaksanakan Kejari Jaksel sesuai tempos delecte.
"Karena saat dilaporkan, saksi mengetahui namanya dicemarkan, saksi membacanya di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, pada 8 Desember 2012 yang diretweet dari akun tersangka,"
Agung menambahkan untuk persidangan sendiri belum bisa dilimpahkan ke pengadilan pasalnya surat dakwaan sedang disusun. Penahanan sendiri dilakukan selama 20 hari kedepan sejak 5-24 September 2013.
Berikut kicauan pemilik akun twitter @Benhan alias Benny Handoko yang sebelumnya dipanggil Polda Metro Jaya, karena telah dilaporkan mantan Anggota DPR RI Misbakhun.
Benhan: Misbakhun: perampok bank Century, pembuat akun anonim penyebar fitnah, penyokong PKS, mantan pegawai Pajak di era paling korup. (7 Desember2012)
Benhan: Kok bikin lawakan ga bisa lebih lucu lagi... Misbakhun kan termasuk yang ikut "ngerampok" Bank Century... Aya-aya wae... (7 Desember 2012)
Misbakhun: Apakah bisa dijelaskan oleh @benhan ttg isi tweet yg dimaksud? Saya ingin tahu apa isi penjelasan Anda? (8 Desember 2013)
Benhan: @misbakhun ini Misbakhun yang mana ya? Yang terjerat kasus LC fiktif Century bukan? (8 Desember 2013)
Misbakhun: Saya tdk pernah ada LC Fiktif. Data dr mana?
Misbakhun: Saya menunggu penjelasan Anda soal isi tweet tersebut. Saya tunggu segera. @benhan
Benhan: @misbakhun lho kemarin di penjara ngapain aja Mas? Salah tahanan?
Misbakhun: Saya diputuskan Bebas Murni. Pasal 263 KUHP. Menurut Anda?
Misbakhun: Dg diputus PK bebas murni semua dakwaan dibatalkan.
Misbakhun: Akan ke proses hukum kalau tidak bisa membuktikan isi tweetnya
Benhan: @misbakhun benar, di PK Mahkamah Agung, setelah gagal banding di MA sebelumnya. Terus soal Hakim MA-nya disuap Misbakhun itu bener ga?
Misbakhun: Bagi saya silahkan bicara apa saja. Tapi menggunakan kata merampok, mengatakan saya penyebar fitnah. Harus dg bukti.
Misbakhun: Soal isu suap P silahkan saja diproses oleh KY. Pengacara saya sudah bicara soal tsb. Tapi Anda harus jelaskan isi tweet tsb. @benhan
Misbakhun: Anda fokus menjelaskan isi tweet yg menyebut saya; (1)perampok bank Century, (2)pembuat akun anonim penyebar fitnah... Soal PK ntar @benhan
Misbakhun: Saya mengundurkan diri sbg PNS Depkeu, Ditjen Pajak sejak 2004. Sebelum itu ada kasus korupsi apa di Ditjen Pajak? Kata Anda korup? @benhan
Misbakhun: Penjelasan saya atas poin (1) @benhan ; 3 tingkat pengadilan PN, PT, Kasasi MA memutuskan saya soal 263 KUHP. Bukan soal perampokan bank
Misbakhun: Penjelasan saya soal poin (1) @benhan ; di tingkat PK putusan PN, PT dan kasasi MA dibatalkan. Saya BEBAS MURNI. Artinya semua dakwaan BATAL
Misbakhun: Penjelasan saya soal poin (1) @benhan ; Dirut Utama Bank Mutiara, Maryono. Jelas mengatakan bahwa LC PT. SPI tidak fiktif.
Benhan: @misbakhun "merampok bank" adalah kata kiasan. Ikut bangkrutkan bank lwt LC Fiktif yg mengalirkan uang dari bank scr ilegal = "perampokan".
Misbakhun: Saya pengusaha Mas. Saya mendapat kredit dalam bentuk LC dari Century utk perusahaan saya. Pada tahun 2007. Dan saya bayar. @Anggit_MR
Misbakhun: Makanya saya hutang ke bank. Karena modal saya ada peluang bisnis yg dibiayai oleh perbankan. Semua ada buktinya.
Misbakhun: Anda menulis kata; Misbakhun: perampok bank Century. Tanpa tanda petik. Artinya jelas tanpa ada maksud sebagai kiasan. JELASKAN!!! @benhan
Benhan: @misbakhun oh belum cukup jelas? Barusan saya jelaskan. Itu kata kiasan. Tanda kutip mungkin kelupaan. Terserah sih kalo belum puas.
Misbakhun: Sudah jelas di capture. ini bahwa tidak ada tanda petik. Jangan mengelak. Artinya bukan kiasan. @benhan
Benhan: Kalo kata perampok (tanpa tanda kutip) mengindikasikan Misbakhun pake stocking di muka dan senjata api masuk bank, kalo "perampok" pake dasi
Misbakhun: Seorang PENGECUT seperti @benhan hanya bisa bermain kata-kata. Membolak balik kata. Tanpa bisa membuktikan ucapannya. Pake rok saja ya Mas.
Benhan: @misbakhun lho PENGECUT-nya kok ga pake tanda kutip? Saya minta penjelasan anda.
Benhan: @misbakhun waduh, sekarang Anda berlagak jadi fashion consultant. Alih profesi dari "perampok"? Belum tentu saya cocok pake rok.
Misbakhun: Jadi lain kali kalo @benhan ngebacot di twitter jangan dipercaya. Ngomong tanpa bukti. Main kata2 bohong. Tipikal PENGECUT. Malu bercelana.
Misbakhun: Dengan tweet Anda soal kata merampok tsb. Jangan Anda pikir selesai dg merubahnya dg memberi tanda petik ya. Ingat itu @benhan !!!
Misbakhun: Anda @benhan harus bisa menjelaskan ke saya "merampok" bank century. Walaupun kata merampoknya menggunakan tanda petik.
Misbakhun: Sudah saya capture. Sulit lari.
Demikianlah, semoga menjadi bahan renungan untuk lebih berhati-hati jika berkicau tanpa dasar bukti yang kuat, sehingga tidak bernasib seperti Benny Handoko.(bhc/mdb) |