JAKARTA (BeritaHUKUm.com) – Wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali dicetuskan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah, ternyata membuat mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif harus angkat bicara.
Menurutnya, jika ada ada pihak-pihak yang berniat membubarkan KPK, sekalan saja bubarkan negara ini. "Jangan dibubarkan (KPK) dong. Kalau memang mau (membubarkan KPK) sekalian saja bubarkan negara ini," kata Maarif di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/10).
Pria yang disapa akrab Buya ini, malah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turun dan memberantas korupsi dengan seagala upaya yang mereka punyai. Bahkan, meminta pers untuk ikut bergabung dalam upaya pemberantasan korupsi. "Saya berharap kepada wartawan, semoga muncul wartawan-wartawan pejuang (untuk memberantas korupsi)," tegasnya.
Menurut Buya, keinginan dari niat membubarkan KPK itu, memperlihatkan bahwa jumlah orang rakus di Indonesia makin meningkat. Hal inilah yang memperbesar potensi terjadinya tindak pidana korupsi. Orang-orang rakus itulah yang takut dengan KPK, karena khawatir terjerat hukum.
Buya membeberkan, ada dua tipe orang yang melakukan korupsi. Tipe pertama adalah tindak pidana korupsi dalam skala kecil, akibat masalah desakan hidup. Kedua, lebih berhaya, karena adalah orang yang rakus.
"Seperti orang minum air laut, makin minum malah makin dahaga. Anda wartawan, pasti lebih tahu dari saya. Ingat filosofi tokoh India, Mahatma Gandhi bahwa ‘dunia ini tidak cukup bagi orang-orang yang rakus’. Ini terjadi di Indonesia,” jelas Buya.(mic/spr)
|