Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Adhyaksa Dault
Cerita Lucu Adhyaksa Dault Buat Ahok Biar Tidak Sombong
2016-03-24 00:36:55
 

Ilustrasi. acara dukungan partai Priboemi yang mendukung Adhyaksa Dault menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault tidak masalah dianggap penggembira dalam Pilgub DKI 2017 nanti. Tapi mantan Menpora itu meyakini ada keajaiban yang disebut-sebut sebagai takdirnya untuk jadi orang nomor satu di Jakarta.

"Sekarang banyak yang ngmong Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) akan menang. Secara logika harus kita akui itu. Tapi kita harus tetap percaya dengan yang namanya takdir," ujar Adhyaksa di kawasan Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurut Adhyaksa, sebagai calon petahana, Ahok punya segalanya. "Iya logikanya Ahok didukung struktur dan infrastruktur sebagai gubernur. Lalu apakah dia (Ahok) akan menang? belum tentu, kalau takdirnya tidak berpihak," tuturnya.

Adhyaksa juga punya menceritakan lucu bagaimana takdir bisa mengalahkan logika. "Jadi ceritanya begini, ada dua orang bernama Takdir dan Logika naik mobil malam-malam. Tiba-tiba mobil yang dikendarai mogok di tengah jalan," tandasnya.

"Lalu keduanya beda pendapat untuk mencari jalan keluar agar bisa sampai tujuan. Takdir bilang, kita tunggu di tengah jalan sambil tidur-tiduran. Nanti kalau kalau ada mobil lewat sini biar tahu ada kita. Tapi Logika tidak mau mengikuti idenya Takdir."

Lebih lanjut Ketua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka itu menceritakan, "Kata Logika, Takdir memang tidak punya otak. Kalau tidur di tengah jalan ada mobil lewat pastilah kita akan ditabrak dan mati. Makanya, Logika memilih menunggu mobil lewat di bawah pohon rindang di pinggir jalan," tuturnya.

Singkat cerita, tidak lama mobil yang dinanti Logika dan Takdir datang. Karena terkejut ada Takdir yang tidur di tengah jalan, sang sopir menginjak rem dalam-dalam. Mobilnya pun oleng dan menabrak pohon yang dibuat Logika menunggu. "Logika pun tertabrak mobil dan mati. Sementara Takdir selamat," katanya.

"Nah, seperti itulah hasil Pilgub DKI nanti. Belum tentu Ahok akan memenangkan pertarungan meski logikanya dia bakal menang. Jadi teman-teman relawan, tetap optimistis saja. Kalau takdir mengatakan saya menang, kita yang menang," pungkasnya.(nur/monitorday/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2