Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Legal Standing
DPR Tuding GNPK Tak Miliki Legal Standing
Wednesday 12 Sep 2012 17:53:01
 

Anngota Komisi III DPR, Harry Wicaksono (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam persidangan mendengarkan keterangan DPR yang diwakili oleh Harry Wicaksono dari Komisi III menganggap permohonan Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk dapat memohonkan permohonan ini.

"Pemohon tidak memiliki legal standing," kata Harry Wicaksono, saat menyampaikan keterangan DPR dalam sidang pleno di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Harry Wicaksono juga menilai bahwa GNPK tidak mampu menggambarkan sebenarnya siapa yang mendapat kerugian materiil apabila DPR digeluti oleh anggota partai.

"Siapa yang sesungguhnya dirugikan secara materiil dalam permohonan ini", kata Harry.
Harry menjelaskan, GNPK selaku pemohon juga bukanlah anggota DPR, sehingga tidak memiliki kepentingan hukum secara langsung.

Sebelumnya, GNPK melayangkan gugatan Pasal 12 huruf e UU 2 / 2008 tentang Partai Politik dan Pasal 11, Pasal 80, Pasal 301 dan Pasal 352 UU 27/2009 MPR, DPR dan DPRD karena dianggap bertentangan dengan UUD 1945.

Menurut Ketua GNPK, Adi Warman, gugatan yang diajukan merupakan upaya hukum untuk membubarkan keberadaan semua fraksi di MPR, DPR, DPRD provinsi dan kabupaten / kota di Indonesia. Karena keberadaan fraksi - fraksi dianggapnya hanya menjadi bagian dari struktur partai, kepanjangan tangan dan alat perjuangan partai-partai yang memiliki kursi di parlemen yang dibiayai oleh APBN maupun APBD.

Keberadaan fraksi-fraksi menurutnya juga tidak sejalan dengan kedaulatan rakyat, karena partai politik hanya dijadikan kendaraan politik. Padahal seharusnya kebijakan publik berpihak kepada publik bukan berpihak kepada kelompok tertentu, dan ini bisa terjadi karena putusnya komunikasi legislatif dengan pemilihnya.(tbn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Legal Standing
 
  DPR Tuding GNPK Tak Miliki Legal Standing
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2