Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Demokrat Tunggu Kepastian Status Hukum Anas
Thursday 26 Jan 2012 18:24:20
 

Anas Urbaningrum (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUm.com) – Partai Demokrat akan menunggu kejelasan status hukum Anas Urbaningrum, sebelum menempuh langkah-langkah strategis sesuai kebijakan partai. Partai tersebut takkan mau terpengaruh dengan berbagai pemberitaan yang terus berkembang saat ini.

"Jangan berandai-andai. Tunggu saja dulu KPK bagaimana. Pokoknya begini saja, kami tunggu KPK. Kami harapkan secepatnya, justru makin cepat makin bagus," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/1).

Menurut dia, tindakan yang dilakukan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY adalah ingin membersihkan partai dari oknum-oknum bermental korup. Namun, semua itu harus ada kejelasannya serta harus ada kepastian dulu. Partainya sama sekali belum berpikir mencari sosok pengganti Anas.

Namun ia menilai, substansinya adalah bahwa apakah isu melengserkan Anas itu betul atau tidak. "Jangan terlalu jauh (Anas mundur). Kepastiannya saja belum ada kok. Kita minta kepastian dulu. Jangan terlalu cepat melangkah? Bukan jangan, kepastian saja belum ada, kami masih menunggu itu," Menkop dan UKM tersebut.

Saat ditanya ada tidaknya pro dan kontra dalam rapat-rapat internal Demokrat terkait Anas, Syarif enggan berkomentar. Ia malah menyatakan bahwa pertemuan itu hanya untuk menjaga soliditas partai yang akan konsisten mendukung pemerintahan Presiden SBY dan prioritas program prorakyat. "Hidup itu ada positif-negatif. (Pro dan kontra) itu biasalah,” tandas Syarief.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertemuan sejumlah petinggi Partai Demokrat yang dihadiri para anggota dan pimpinan Dewan Pembinan dan Dewan Kehormatan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/1) malam lalu, menimbulkan spekulasi. Dari isu yang berkembang, pertemuan itu diduga untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum.

Isu ini kembali dikuatkan dengan adanya pertemuan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen Partai Demokrat Edhy Baskoro Yudhoyono di tempat yang sama pada Senin (23/1) lalu. Fakta-fakta inilah yang menguatkan isu pelengseran Anas.

Apalagi diperkuat kembali dengan pernyataan anggota Dewan Pembina Ahmad Mubarok. Ia pun membeberkan bahwa ada sejumlah pihak yang menginginkan Anas lengser itu, masih terkait kongres 2010 lalu. Bahkan, pihak tersebut sudah meminta kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY. Kemungkinan pihak eksternal menginginkan Anas mundur, sangat kecil.(dbs/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2