Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Din Buka Jambore Nasional HW PTM 2014 di Solo
Thursday 28 Aug 2014 05:45:22
 

Acara Jambore Nasional Pandu Hizbul Wathan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Solo, Kamis (21/8) lalu.(Foto: Istimewa)
 
SURAKARTA, Berita HUKUM - Seluruh perguruan tinggi dan sekolah tinggi Muhammadiyah, agar menghidupkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), karena melalui gerakan ini terbukti menghasilkan tokoh-tokoh penting nasional serta berperan aktif dalam berdirinya negara Indonesia.

“Sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, saya perintahkan pimpinan perguruan tinggi dan sekolah tinggi Muhammadiyah untuk menghidupkan lagi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan,” kata Din Syamsudin, pada acara Jambore Nasional Pandu Hizbul Wathan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Solo, Kamis (21/8) lalu.

Dia meminta kepada Pandu Penuntun diminta agar menjadi pionir yang berada dibarisan terdepan untuk menghidupkan kembali di Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. “Adik-adik jadilah pionir, jadilah orang yang paling depan di almamater masing-masing,” katanya.

Din juga meminta para mahasiswa dan perguruan tinggi mengambil prakarsa dan langkah nyata untuk menghidupkan dan menumbuh suburkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di almamater masing-masing.

“Saya menyesal sejak sekolah SD, SMP dan di Pondok Pesantren tidak sempat ikut Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Tapi ikut digerakan pramuka. Jika dilahirkan kembali saya akan aktif di Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan,” katanya.

Ketua Umum PImpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan kekagumannya bahwa Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan hingga saat ini masih eksis di Tanah Air. Gerakan tertua yang lahir sejak tahun 1918 tersebut mempunyai cita-cita dan komitmen kebangsaan yang kuat.(dzar/muhd/bhc/sya)




 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
  Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
  Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
  106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
  Siber Polri Tetapkan A.P Hasanuddin sebagai Tersangka Ujaran Kebencian terhadap Muhammadiyah
 
ads1

  Berita Utama
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sebut Tindakan Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Tual Diluar Perikemanusiaan, Yusril: Harus Diproses Etik dan Pidana

Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2