Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Gubernur Bali Minta Bupati Tinjau Besaran PBB
Saturday 27 Aug 2011 23:16:53
 

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika (Foto: Istimewa)
 
*Pejabat daerah diminta selektif menerima investasi dari pemerintah pusat

DENPASAR-Para bupati seluruh Bali diminta untuk mempertimbangkan peninjauan terhadap besarnya pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk tanah yang masih berstatus sebagai lahan pertanian.

Rekomendasi tersebut diusulkan mengingat cukup banyak kasus di Bali, dimana besarnya pajak bumi dan bangunan untuk tanah lahan pertanian yang besarnya sama dengan tanah yang digunakan untuk perhotelan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada keterangannya di Renon, Sabtu (27/8), menegaskan para bupati memegang adil yang sangat besar bagi kesejahteraan para petani. Apalagi saat ini kebijakan besaran penetapan PBB berada di tangan kabupaten/kota.

Pastika berharap para bupati dapat membuat kebijakan yang pro terhadap petani dan pertanian Bali. “Kan sekarang urusan PBB berada di Kabupaten, mudah-mudahan dapat di dengar, jadi PBB untuk para petani yang betul-betul masih bertani tidak boleh disamakan dengan yang nanam hotel,” jelas Made Mangku Pastika.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya mengimbau, pemprov Bali untuk lebih selektif dalam menerima investasi dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Bali juga diharapkan tetap mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung serta aturan dalam rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) sebelum menerima tawaran investasi dari pemerintah pusat.

Diakuinya, secara iklim investasi Bali selalu menarik untuk berinvestasi, tetapi pemerintah provinsi Bali harus mampu memilah dan berani melakukan penolakan “Jangan semua diterima, baru dari pemerintah pusat jangan semua di terima, kemudian ada satu hal yang di Bali kita ingin, bagaimana RTRWP ini mampu bertahan mempertahankan situasi Bali,” ujar Arjaya.

Ia pun menegaskan, Bali saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat yaitu mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Apalagi kondisinya saat ini Bali mengalami keterbatasan ketersediaan air dan energi listrik. (bbc/gre)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2