Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    

Hakim Tunda Vonis Gugatan Pencurian Pulsa
Thursday 02 Feb 2012 22:03:08
 

David Tobing menolak berdamai dengan PT Telkomsel (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Majelis hakim menunda pembacaan putusan sidang perkara gugatan pencurian pulsa yang diajukan David Tobing terhadap PT Telkomsel Tbk. Alasan penundaan tersebut, atas permintaan pihak penggugat David Tobing, karena dirinya bersama kuasa hukum tidak dapat hadir dalam persidangan ini.

Majelis hakim yang diketuai Andi Risa Jaya, akhirnya menetapkan sidang ditunda hingga Kamis (9/2). “Sidang ditunda hingga satu minggu ke depan. Penundaan ini atas permintaan kami. Saya telah berkirim surat kepada majelis, tak bisa menghadiri persidangan hari ini,” kata David Tobing yang dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (2/2).

Meski ditunda, David sangat berharap permohonan gugatan perdatanya itu dikabulkan majelis hakim. Pihaknya pun merasa yakin bahwa hakim akan mengabulkan gugatannya itu. Pasalnya, dari fakta persidangan serta sejumlah bukti, pihak tergugat, yakni Telkomsel telah salah memberikan layanan aplikasi Opera Mini kepada dirinya.

"Telkomsel sudah mengakui bahwa sistem komputernya telah salah dalam membaca permintaan pelanggan. Jadi tidak ada alasan bagi majelis hakim untuk menolak gugatan saya. Nantinya, dengan putusan ini, pihak operator selular tidak lagi seenaknya memotong pulsa atau menambah biaya tagihan pelanggannya," papar dia.

Seperti diketahui, PT Telkomsel telah digugat oleh David secara perdata ke PN Jakarta Selatan. David menuntut Telkomsel membayar ganti rugi Rp 100 ribu, terdiri atas kerugian material Rp 90 ribu dan imaterial Rp 10 ribu, serta menghentikan praktik pencurian pulsa kepada seluruh pelanggan. Jumlah itu jauh di bawah nilai uang yang dikeluarkan David untuk mendaftarkan gugatan ke PN Jakarta Selatan yang sebesar Rp 1.016.000.

Kasus pencurian pulsa ini menimpa David sejak pertengahan Juli lalu. Saat itu, ponselnya menerima pesan singkat (SMS) dari Telkomsel. Isinya, Telkomsel menyatakan terima kasih, karena David telah berlangganan software Opera Mini. Nilai langganan tertulis Rp 10.000 per tujuh hari. Padahal, dia tidak pernah mengetik ON atau REG apa pun ke Telkomsel. Praktik itu baru dihentikan Telkomsel, tiga hari setelah David mendaftarkan gugatan perdatanya ini.(dbs/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2