Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Inggris Akui Sadap Pembicaraan Pejabat Rusia
Thursday 19 Jan 2012 20:02:38
 

Alat penyadap yang disimpan dalam batu (Foto: Euronews.com)
 
LONDON (BeritaHUKUM.com) – Seorang mantan pejabat pemerintah Inggris menyatakan bahwa Rusia memang telah membuka upaya penyadapan yang dilakukan Inggris dengan cara menyembunyikan peralatan elektronik di dalam sebuah batu palsu di Moskow. Rusia melayangkan tuduhan itu pada Januari 2006 lalu. Pengakuan ini merupakan kali pertama dari seorang mantan pejabat di Inggris yang secara terbuka menerima tuduhan tersebut.

Pejabat tersebut adalah Jonathan Powell, mantan kepala staf Perdana Menteri Tony Blair. Ia pun menyatakan bahwa insiden ini sangat memalukan, tapi diklaim tidak benar-benar tertangkap basah. "Jelas mereka (Pemerintah Rusia-red) telah mengetahui hal ini selama beberapa lama. Tapi mereka telah menyimpannya untuk tujuan politis," kata Powell.

Kisah ini pertama kali disiarkan di televisi Rusia, menunjukkan sebuah batu berisi peralatan elektronik yang digunakan diplomat Inggris untuk menerima dan mengirim informasi. Televisi itu juga menunjukkan rekaman video seorang lelaki yang berjalan di trotoar sebuah jalan di Moskow. Ia memperlambat langkahnya dan memandang sebuah batu sebelum kembali melanjutkan langkahnya. Berikutnya kamera merekam seorang pria lain yang berjalan dan mengambil batu itu.

Badan keamanan Rusia (FSB) mengkaitkan batu itu dengan dugaan bahwa badan keamanan Inggris melakukan pembayaran rahasia ke kelompok-kelompok prodemokrasi dan hak asasi manusia. Tidak berapa lama kemudian, Presiden Vladimir Putin mengumumkan UU yang melarang lembaga swadaya masyarakat menerima dana dari pemerintah asing. Akibatnya banyak LSM yang kemudian terpaksa ditutup.

"Kami telah melihat berbagai upaya dari badan-badan intelijen untuk menggunakan LSM. LSM selama ini dibiayai melalui saluran-saluran badan intelijen. Tak ada seorang pun yang bisa menyangkal bahwa dana mereka berasal dari uang panas. UU ini diberlakukan untuk mencegah kekuatan-kekuatan asing ikut campur dalam urusan dalam negeri Federasi Rusia,” kata Putin saat itu.

Satu kelompok hak asasi manusia yang dituduh menerima pembayaran rahasia menggugat FSB ke pengadilan dengan pasal pencemaran nama baik, tapi kalah. Pengadilan menyatakan bahwa tidak ada nama baik yang dicemarkan. Perkara ini pun dibatalkan. Tapi dalam argumen FSB menyebutkan bahwa pembayaran itu justru dilakukan secara rahasia.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2