JAKARTA, Berita HUKUM - Kebakaran di lantai III Gedung Sekretariat Negara, Kamis (21/3) sore, awalnya diketahui setelah ada asap yang masuk ke lantai II sekitar pukul 16:50 WIB. Setelah itu, Unit Keamanan Dalam (UKD) Setneg mengecek ke lantai III. Hal itu diungkapkan Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Lambok V Nahattands saat jumpa pers di Gedung I Setneg, Jumat (22/3) pagi.
"Tak ada aktivitas di lantai III. Terasa ada asap ke bawah. Begitu ada bau asap, dari UKD lari ke atas. Pintunya didobrak, asap sudah banyak," katanya.
Lambok mengatakan, ketika kebakaran terjadi, para pegawai Setneg sudah pulang. Pihak UKD yang ada, kata dia, mengupayakan memadamkan api dengan peralatan pemadam yang ada di sekitar ruangan lantai III.
"Tapi karena api sudah besar, alat seperti itu tidak mampu memadamkan. Kalau ada (media) yang memberitakan peralatan tidak berfungsi, justru berfungsi. Karena api sudah besar, peralatan mobile sudah tidak mampu (memadamkan)," kata Lambok.
Ia menambahkan, tak lama setelah terbakar, satu mobil pemadam kebakaran milik Setneg langsung ke lokasi. Belasan mobil pemadam kemudian datang setelah pihak Setneg meminta bantuan Pemprov DKI Jakarta. Sekitar satu jam kemudian api baru bisa dipadamkan.
Dia juga menyatakan, proses pemadaman kebakaran Gedung Sekretariat Negara dapat dikategorikan cukup cepat. Ketika Api mulai menjalar, ia mengklaim ada mobil pemadam kebakaran khusus Kemensetneg sudah dikerahkan. Beberapa sistem pemadaman kebakaran juga diklaim berfungsi dengan baik sehingga dalam waktu satu jam sudah padam.
Petugas pemadam kebakaran juga diklaim berhasil menjinakan dan melokalisir kebakaran hanya di lantai tiga. Dari kebakaran ini, selain tidak ada korban jiwa, Lambock menambahkan, tidak ada dokumen negara yang rusak, terbakar, hilang, atau musnah. "Sudah kami selamatkan semua," kata dia.
Lambock enggan memperkirakan kerugian dari kebakaran tersebut. "Nanti masalah kerugian akan dihitung. Kalau sekarang saya sebutkan, namanya saya ngarang itu," ujarnya.
Ketika ditegaskan kembali apakah alarm di dalam gedung berfungsi lantaran kebakaran diketahui setelah ada asap, Lambok menjawab, "Berfungsi. Jam itu karyawan sudah pulang. Akan kita lihat nanti itu," tambahnya, seperti dikutip tempo.co, Pada Jum'at (22/3).
Seperti diberitakan, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Semua dokumen negara yang disimpan di gedung tersebut tidak ada yang terbakar dan telah diamankan. Pihak Setneg menduga kebakaran akibat korsleting di lantai III. Meski demikian, penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tetap berjalan.(dbs/bhc/opn) |