IRAN (BeritaHUKUM.com) - Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qassemi pada Jumat lalu meremehkan dampak sanksi yang diberikan pada industri minyak negaranya. Dia berpendapat embargo yang dilakukan negara-negara Eropa pada Teheran-lah penyebab melambungnya harga minyak.
"Uni Eropa memberikan batas waktu dalam penerapan sanksi terhadap minyak Iran dan sanksi ini menyebabkan harga emas hitam di pasar dunia mendadak naik," kata Qassemi pada kantor berita Fars.
Dia menambahkan, Iran akan menjadi memenangkan perang ekonomi yang dibuat oleh negara-negara barat. Selain itu, Qassemi juga menekankan agar orang-orang barat mengambil pelajaran dari naiknya haga minyak dan mulai bertindak logis. Seperti yang dikutip dari israelnationalnews, Sabtu (26/5).
Januari lalu, Uni Eropa setuju menerapkan embargo pada ekspor minyak Iran. Sanksi ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli mendatang, namun harga minyak telah mulai naik sejak beberapa bulan terakhir. Terutama sebagai dampak keputusan Iran menangguhkan ekspor minyak mentah ke beberapa negara Eropa, sebagai jawabanya pada embargo minyak Uni Eropa.
Kamis lalu, Iran dan enam pilar kekuata dunia bertemu di Baghdad. Pertemuan tersebut masih jauh dari solusi terhadap program atom Teheran, namun berhasil menjadwalkan pembicaraan lebih lanjut di Moscow, bulan mendatang, sebagai alternatif lain dari tindakan militer.
Sementara itu, Jumat lalu dilaporkan bahwa penyelidik telah menemukan jejak uranium yang diperkaya sampai pada ambang batas untuk pembuatan misil nuklir. Pengumuman mengenai hal ini dikeluarkan oleh badan nuklir di PBB.(inn/bhc/yga) |